Masa modern sangat berpengaruh bagi kebudayaan masyarakat dunia. Masa modernisasi mulai merevolusi berbagai aspek kehidupan mulai dari makanan, pakaian, teknologi dan masih banyak lagi. Tak bisa dipungkiri bahwa modernisasi sangat mempengaruhi perilaku masyarakatnya juga. Dan masyarakat mulai melupakan kebiasaan tradisional yang dulu dilakukan. Salah satu dari hasil perkembangan modernisasi adalah dibidang makanan, makanan adalah sebuah kebutuhan utama atau pokok dari manusia. Namun makanan juga bisa dikatakan sebagai suatu kebudayaan yang mana masyarakat akan mencarinya sebagai objek keindahan untuk dikunjungi. Jadi makanan bukan hanya menjadi kebutuhan khusus atau pokok manusia saja melainkan juga bisa dikatakan sebagai kebutuhan tersier atau sekedar bermewah-mewahan. Berkembangnya era globalisasi di lingkungan masyarakat Indonesia mempengaruhi rasa kepedulian terhadap kuliner tradisional Indonesia. Hal itu menimbulkan pandangan dari beberapa masyarakat yang berpendapat bahwa makan di restorant modern yang mewah seperti Mc donald, KFC, dan lain-lain akan terasa lebih enak dan bergengsi daripada makan di warung-warung dipinggir jalan yang menjual makanan asli Nusantara. Ini menyebabkan kebudayaan seperti ini akan menggeser makanan tradisional. Dan memungkinkan makanan modern dapat menenggelamkan makanan atau jajanan jaman dulu. Itu karena masyarakat mulai beralih mengkonsumsi makanan modern. Dalam tulisan kali ini akan membahas tentang jajanan pasar tempo dulu yang sudah mulai hilang terkurung oleh makanan modern masa kini.
Makanan modern yang dijual dengan rasa dan bentuk menarik memang dapat menggoda siapa saja. Apalagi dikalangan anak remaja yang dengan rasa ingin taunya yang tinggi. Dan dengan demikian makanan tradisional sudah tidak diminati lagi. Makanan tradisional yang dulu sempat menjadi primadona diseluruh kalangan pada masyarakat seperti, arem-arem, semar mendem, kue lapis, nogosari, gembukan, onde-onde, klepon, pecel, rengginang, dan masih banyak lagi, makanan ini sering disebut dengan jajanan pasar. Dan makanan tradisional ini mulai hilang seiring dengan maraknya makanan modern yang menyuguhkan tempat-tempat yang sangat menarik. Karena anak remaja dimasa modern ini sangat menggemari selfie atau foto dengan background yang unik dan bagus kemudian mengunggahnya ke akun media sosialnya. Lagi-lagi ini karena perkembangan dimasa modern yaitu dibidang teknologi. Mereka lebih menyukai background yang bagus atau kepopuleran makanan itu sendiri untuk dipamerkan di media sosial mereka dibandingkan dengan melestarikan budaya Indonesia lewat makanan tradisional.
Dengan hadirnya makanan modern yang memikat para remaja dan masyarakat awam ini menyebabkan makanan tradisional seperti jajanan pasar sudah tidak lagi disukai oleh banyak orang. Pedagang jajanan pasar atau makanan tradisional tentu sangat merasakan dampaknya. Dahulu jajanan tradisional banyak dicari dan dikonsumsi, namun seiring munculnya makanan baru yang lebih inovasi maka masyarakat mulai enggan melirik jajanan tradisional. Apalagi mayoritas masyarakat sekarang sudah beralih ke makanan modern sebagai makanan sehari-hari mereka. Ini dapat memungkinkan para penjual aneka jajanan pasar sudah mulai berkurang. Itu karena jajanan pasar sudah tidak banyak yang laku terjual. Peran pemerintah tentu sangat diperlukan dalam permasalahan ini, selain untuk mengembalikan eksistensi jajanan pasar pemerintah juga harus tegas dan mengambil sikap untuk lebih mengutamakan pedagang tradisional. Memang jika dibandingkan dengan makanan modern, jajanan pasar tidak memiliki keuntungan yang begitu besar. Namun jika para pedagang tradisional dibimbing untuk melakukan inovasi baru terhadap jajanan pasar itu akan menjadi aset yang besar bagi para pedagang tradisional bahkan untuk pemerintah. Kita sebagai para generasi muda juga harus berani memperjuangkan kembali kebudayaan tradisional yang sudah nenek moyang wariskan kepada kita. Disisi lain ada juga yang sudah mulai menginovasi makanan tradisional, berikut ada beberapa jajanan tradisional yang sudah diolah dengan inovasi baru seperti, arem-arem mie, pepes telur asin, pudding waluh, nagasari coklat, memang tak banyak makanan yang sudah diinovasi, namun dengan demikian adanya inovasi tersebut masyarakat luas mau menerima bentuk lain dari jajanan tradisional. Jadi para penjual harus terus melakukan inovasi agar jajanan tradisional tidak kalah dengan jajanan masa kini yang semakin terus berkembang.
Meskipun demikian masih ada juga yang menyukai jajanan tradisional untuk dikonsumsi, mungkin mereka ingin bernostalgia tentang makanan tradisional ini dimasa kecilnya yang sempat menjadi primadona. Keberadaan jajanan tradisional dimasa sekarang terkadang sangat dibutuhkan masyarakat dalam beberapa hal seperti saat acara-acara, syukuran dan lain-lain. Namun bila dilihat kembali keberadaan makanan tradisional hanya terlihat disaat acara tertentu saja. Kini jajanan tradisional lambat laun makin digantikan dengan berbagai model makanan yang baru dan lebih menarik.
Ini membuktikan betapa kuatnya pengaruh modernisasi bagi kebutuhan dan perilaku masyarakat Indonesia khususnya dan bahkan masyarakat dunia juga. Selama ini memang tak banyak jenis jajanan tradisional yang bisa kita temukan, namun alangkah lebih baik jika kita sebagai generasi muda mau ikut melestarikan dan mengenalkan jajanan tradisional pada masyarakat luas. Dengan cara, jajanan tradisional saat ini perlu dilakukan adanya perubahan atau inovasi dalam bentuk rasa dan kemasan. Kalau ingin eksis dikalangan remaja mau tidak mau tidak mau ya mengangkat jajanan tradisional untuk dijual seperti di Car Free Day (CFD), dan kembali lagi untuk bisa melakukan inovasi karena anak jaman sekarang dijamin menyukai kemasan jajanan yang lucu dan menarik. Selain itu dengan melakukan inovasi maka akan memunculkan sesuatu yang baru dikalangan masyarakat, terlebih lagi dengan mengganti bahan dasar yang mungkin dapat diterima dilidah masyarakat.

Iya, sekarang tinggian gengsi daripada ngrasain kelezatan jajanan pasar..😣😣
BalasHapusIya, sekarang begitu
BalasHapusBegitu
HapusWah gamers iki wkwk
HapusSesuai dgn perkembangan zaman, orang zaman sekarang memang suka dgn makanan yg bisa di bilang makanan jaman now, makanan yang mewah, yang enak yang terkenal, yang mahal dll
BalasHapusBagaimana kalau kita membuat terobosan atau inovasi baru yang bisa membuat makanan tradisional tersebut tetap eksis di tengah tengah maraknya makanan cepat saji, makanan modern
Mungkin bisa semar mendem di kemas sedemikian rupa, semenarik mungkin, di bungkus dgn model zaman now biar bisa menarik pembeli dan bisa meningkatkan harga jual di pasaran
Prestise hmm...
BalasHapusNtap
BalasHapusKarena terdesaknya dengan kids jaman now 😪
BalasHapusMasuknya makanan mewah atau bisa dibilang makanan jaman now merupakan pengaruh dari pasar bebas.pasar bebas tersebut juga berdampak pada berbagai aspek seperti teknologi, pakaian, dll.hal tersebut yang dapat melunturkan jajanan pasar seperti judul di atas.semakin bertambah tahun kemungkinan besar jajanan pasar akan tergantikan. Dari hal tersebut kita dituntut untuk melestarikan jajanan pasar agar jajanan pasar tidak hilang ataupun tergantikan. Dari hal kecil seperti ikut meramaikan jajanan pasar tersebut, kita sudah termasuk melestarikannya. Kenapa begitu ? Karena jikalau kita meramaikan jajanan pasar otomatis produksi jajanan pasar akan terus meningkat dan hal tersebut dapat melestarikan jajanan pasar.
BalasHapusYap tul, bgitu lah orang jaman sekarang. Apalagi anak muda yg gegsi makan makanan tradisional terutama anak kota yg hidup serba kemewah2an, terkadang makanan jadi bahan untuk pamer di medsos
BalasHapusKarna gengsi mengalahkan cita rasa
BalasHapusKarna gengsi mengalahkan cita rasa
BalasHapus