Nama : Dhea Nur Istiqomah
Kelas : 2C Perbankan Syariah
Nim : 175231103
IDENTITAS BUKU
Judul buku : Terjemah Tafsir Al-Maraghi 9
Nama pengarang : Ahmad Musthafa Al-Maraghi
Tahun terbit : 1992
Penerbit : Cv.Toha Putra
Kota terbit : Semarang
Membahas tafsir Al-Maraghi surat Al-Araf ayat 179
Menurut Al-Maraghi setelah al-quran menceritakan kisah-kisah tentang orang-orang yang lalai dan mengabaikan ayat-ayat Allah, yaitu kepada orang-orang yang sesat. Supaya orang-orang sesat itu memikirkannya dan mulai meninggalkan pada kesesatan yang mereka jalani, lalu kembali pada jalan yang Allah ridhai dan mulai memperbaiki kesalahannya. Setelah itu Allah juga menjelaskan keterangan selanjutnya bahwa sarana petunjuk dan sebuah kesesatan akan membawa manusia itu kepada apa yang telah ia perbuat. Jika manusia kembali pada kebenaran maka Allah akan senantiasa memaafkan dan memberikan anugerah. Namun jika manusia itu sendiri malah justru memilih untuk tetap pada jalan kesesatan maka Allah akan timpakan hukuman atas orang tersebut, entah itu masih di dunia ataupun kelak di akhirat. Karena Allah telah memberi manusia itu anugerah seperti akal dan panca indra untuk memilahkan mana diantara dua jalan yang sebaiknya dipilih untuk kebaikan manusia itu sendiri.
Menurut saya hasil dari penafsiran Al-maraghi ini terbilang jukup jelas dan mudah untuk diterima bagi masyarakat awam. Dan melalui penjelasan beliau kita juga dapat lebih paham maksut dari ayat Al-quran dari surat Al-Araf ayat 179 ini. Tentang orang-orang yang lalai dan sesat, tentang orang-orang yang tidak mempergunakan anugerah yang telah diberikan kepada Allah SWT kepada kita para manusia. Kita diberi akal dan panca indra namun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.
Contoh dari ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita yaitu ketika ada seorang anak atau remaja yang melakukan pelecehan seksual dengan temannya atau saja orang yang mengakses beberapa halaman porno di situs web. Mereka diberi akal juga pikiran bahkan mereka juga diberikan panca indra seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan lain sebagainya, namun mereka tidak mempergunakan apa yang telah diberikan Allah SWT kepada mereka dengan semestinya. Justru mereka malah merusaknya melalu tindakan-tindakan yang tidak berguna dan justru malah menjadi hal yang lalai atau merugikan diri sendiri. Kita sebagai manusia yang diberi anugerah dari Allah Swt, harusnya dapat mempergunakannya dengan baik. Allah tau apa yang kita perbuat dimanaun kita berada. Maka dari itu seharusnya kita bisa lebih menjaga tentang apa yang kita lakukan.
BIOGRAFI SANG PENULIS
Ahmad Musthafa Al-Maraghi atau lebih sering kita kenal dengan nama Al-Maraghi ini lahir disebuah kota di Maraghah, yaitu salah satu kota di mesir pada tahun 1300 H atau 1883 M. Al-Maraghi besar di Kota Maraghah,beliau juga dilahirkan disana. Nama Kota tempat ia dibesarkan inilah yang dijadikan nama belakang beliau, nama ini juga yang membuat orang mudah mengenalnya. Jadi nama Al-maraghi bukanlah nama dari keluarganya melainkan nama yang diambil dari kota kelahirannya yaitu Maraghah.
Muhammad Musthafa dalam karirnya, beliau menciptakan beberapa karya tafsir, namun beliau tetap mengutamakan dalam menafsirkan Alquran. Tapi beliau tidak menafsirkan seluruh bagia Al-Quran, hanya beberapa saja yang ia tafsirkan dan menerbitkannya menjadi sebuah buku. Masa kecilnya dilaluinya dalam didikan lingkungan keluarga yang mendalami agama islam,jadi beliau mempunyai dasar agama yang baik dari keluarganya. Pendidikan yang ia tempuh juga pada sebuah sekolah islam. Ketika beliau masih diusia belia sudah bisa menghafal ayat Al-quran. Tidak hanya itu, ia juga mempelajari dasar-dasar pemahaman agama islam lainnya. Al-Maraghi dengan sukses berhasil menamatkan studi kuliahnya tak hanya satu namun dua sekaligus di tahun 1909 M, yaitu di universitas terbaik di mesir seperti universitas di kairo dan darul ulum yang sangat populer. Dalam pendidikan di dalambperkuliahan itu, Al-Maraghi memperoleh pelajaran atau pemahaman dari beberapa tokoh besar. Tokoh-tokoh itulah yang membuat Al-Maraghi tumbuh dan dikenal menjadi intelektual yang dapat memahami dan menguasai seluk beluk pengetahuan tentang agama. Kesuksesan Al-Maraghi sekarang tak dapat dipisahkan dari proses perjuangannya ketika muda. Ketika beliau mencari ilmu dari berbagai sumber, baik buku, pendidikan sekolah, ataupun dari tokoh-tokoh besar di universitas tempat beliau belajar.
REFLEKSI
Jadi kesimpulan yang bisa kita ambil dalam uraian diatas adalah bahwa kita sebagai manusia haruslah bisa memilih mana hal yang terbaik untuk dirinya. Dan kita diharuskan untuk bisa menggunakan apa yang telah dianugerahkan Allah swt, pada kita dengan sebaik mungkin, di jalan Allah swt. Dan melalui tafsir dari Al-Maraghi ini dapat membantu kita dalam memperdalam pemahaman tentang Al-quran.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar