Nama : Dhea Nur Istiqomah
Kelas : 2C Perbankan Syariah
Nim : 175231103
Matkul : Metodelogi Studi Islam
Matkul : Metodelogi Studi Islam
Essay tentang Pondok Pesantren
Dalam semakin bertambahnya ilmu dan budaya modern yang sekarang kita gandrungi masih banyak juga orang yang masih tetap bertahan didalam pendidikan tradisionalnya. Salah satunya adalah pondok pesantren, karena pondok pesantren adalah tempat dimana pendidikan tradisional khususnya islam diajarkan. Dalam pondok pesantren para santrinya tinggal dan belajar bersama dan tetap selalu dibimbing oleh guru atau kiai. Dan karena saya adalah seorang mahasiswa yang dikelilingi oleh dunia modern yang bahkan belum tau bagaimana seluk beluk pondok pesantren. Dan kali ini saya mendapat tugas untuk tinggal di sebuah pondok pesantren selama dua puluh empat jam. Tugas ini diharapkan agar saya juga bisa mengenal dan mengetahui tentang kehidupan di pondok pesantren.
Proses pencarian pondok pesantren yang tepat tidaklah mudah, apalagi kita diharuskan mencari pondok pesantren yang mempelajari kitab kuning. Saya dan teman satu kelompok bekerja sama dengan kelompok sebelah untuk mencai pondok pesantren. Perjalanan dimulai tepat pukul 8, kami berkumpul didepan kampus IAIN Surakarta. Kami melakukan pencarian dengan memanfaatkan bantuan sebuah aplikasi modern yaitu G-Maps. Dan kemudian kami segera pergi ke tujuan pertama yaitu di pondok pesantren Al-Qurani, namun ternyata disana tidak mempelajari pondok pesantren. Jadi kami melanjutkan perjalanan dan sampailah kami didaerah jebres surakarta kami mengunjungi pondok pesma (pesantren mahasiswa) Ar-Royan di jalan kartika no 1. Namun disana ternyata juga tidak mempelajari kitab kuning. Jadi kami langsung mencari pondok pesantren lagi di google maps, dan akhirnya kami menemukan sebuah alamat untuk ke pondok pesantren Miftahul Khoirot masih didaerah jebres. Sesampainya disana kami bertemu dengan ketua atau pengurus pesantren tersebut ternyata disini kita bisa mempelajari kitab kuning. Kelompok kami akhirnya memilih untuk menjalankan tugas mempelajari kitab kuning di pondok itu saja.
Tak berhenti sampai disitu, karena kami mencari pondok pesantren itu dua kelompok jadi kami masih harus berburu pondok pesantren lagi. Kami langsung mencari pondok lagi di Gmaps kami. Kami menemukan pondok pesantren Nadhlatul Muslimat didaerah dekat pasar klewer sementara dan seperti yang tadi pondok ini tidak mempelajari kitab kuning. Kami istirahat sebentar dan sholat dluhur di pondok pesantren ini. Karena hari sudah siang dan kami sudah lelah dan lapar. Kami memutuskan untuk makan dulu disebuah rumah makan. Didalam rumah makan ini kami memesan mie ayam 5 porsi dan nasi goreng 6 porsi. Selanjutnya kami masih mencari pondok pesantren lagi. Kami menemukan pondok pesantren Al ahad, namun setelah sampai disana pondok itu ternyata sebuah LSM yang membiayai serta menampung anak-anak untuk sekolah umum. Di LSM Al ahad ini mereka tinggal dan belajar tentang islam dan ketika pagi mereka sekolah ke sekolah umum. Tak tinggal menyerah kami langsung mencari lagi. Kami menemukan pondok pesantren Budi Utomo di daerah banjarsari surakarta, tepatnya di jalan bromo rt 4 rw 23 kadipiro banjarsari surakarta. Nah dipondok pesantren ini kami tidak sempat masuk ke dalam. Kami hanya diluar dan bertanya mencari informasi pada pak satpam yang bertugas disana. Dan lagi-lagi pondok pesantren ini tidaklah mempelajari kitab kuning yang ditugaskan. Karena waktu sudah menunjukan pukul 15:30 kami memutuskan untuk sholat ashar disebuah masjid setelah itu kami istirahat sebentar dan berusaha mengumpulkan tenaga juga informasi pondok pesantren mana lagi yang akan kita datangi. Dan setelah cukup lama sekitar pukul 17:00 kami melanjutkan perjalanan ke Lsm Imam Bukhori di daerah karanganyar tepatnya di selokaton gondangrejo karanganyar. Disana seperti yang tadi disana tidak mempelajari kitab kuning, kami sudah putus asa karena saat itu sudah adzan maghrib. Dan bahkan Hp kami sudah kehabisan baterai, jadi kami sudah tidak bisa memakai Gmaps lagi. Kami bahkan menceritakan keluh kesah perjalanan kami kepada ibu pengurus pesantren ini. Namun Allah SWT selalu memberikan jalan bagi mereka yang telah berusaha, ibu pengurus pesantren tersebut miminta kita untuk sholat maghrib terlebih dahulu. Dan setelah itu akan ditunjukan pondok pesantren didekat sana yang kami cari yaitu yang mempelajari kitab kuning. Kami melaksanakan sholat maghrib dan istirahat sebentar, bahkan ibu baik itu juga menawari kita makan. Walaupun sebenarnya kami sangat lapar sekali, namun kami menolak karena takut banyak merepotkan. Sungguh ibu ini sangatlah baik karena kami menolak untuk makan kami malah diberi air putih dan kacang goreng.
Setelah isya kami diantar oleh anak dari ibu baik itu ke sebuah pondok didaerah plesungan gondangrejo karanganyar. Pondok pesantren itu bernama Al-Inshof. Yah dan benar saja disana memanglah mempelajari kitab kuning. Dan perjalanan pencarian pondok kami berakhir disini. Kami telah berhasil menemukan pondok pesantren yang mempelay kitab kuning sesuai yang diperintahkan. Setelah itu kami mengakhiri pencarian dan pulang ke rumah. Dan juga waktu sudah malam sekitar pukul 20:00. Aku dan salah satu teman ku pulang ke sukoharjo namun kami salah arah dan tidak tau dimana. Kami hanya bisa terus berjalan mengikuti arus kendaraan, dan akhirnya kami menemukan rambu plakat arah. Perjalanan yang sangat melelahkan saya tiba dirumah sekitar pukul 21:30. Setelah itu saya mandi dan istirahat.
Pada hari Selasa kelompok kami sowan ke pondok pesantren miftahul Khoirot untuk meminta izin langsung dan menyerahkan surat izin untuk tinggal di pondok pesantren selama 24 jam kepada kiai atau pemilik pondok. Kiai atau ustad pengurus atau pemilik pondok pesantren ini bernama ustad Royali Raudi, beliau dulu adalah lulusan dadi pondok pesantren di madura lalu mengembangkan dan mendirikan pesantren ini. Dan ya kami diijinkan untuk tinggal dan mengikuti kegiatan di pondok pesantren pada hari Rabu 13 Maret 2018. Pada hari rabu kami berkumpul didepan kamus IAIN Surakarta untuk pergi menginap di pondok pesantren miftahul khoirot. Dan pada pukul 09:00 kami telah sampai dan berjumpa di pondok pesantren Mitahul Khoirot.
Kedatangan kami disambut dengan sangat baik, kemudian kami ditunjukan sebuah kamar yang akan digunakan untuk kami beristirahat. Karena kegiatan belajar dilakukan setiap habis sholat maghrib dan sholat subuh. Jadi pada siang hari kami tidak melakukan kegiatan belajar tentang islam. Kami sarapan dengan makanan yang sudah kami bawa. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 13:00 setelah sholat dluhur kami diajak untuk memasak menyiapkan makanan untuk para santri disana. Kami diajak salah satu santri disana untuk memasak kangkung dengan porsi yang banyak. Setelah pukul 15:00 kami diajak untuk mengajar TPA di masjid Al Khoir. Karena para santri disini ditugaskan untuk menjadi pengajar TPA di masjid tersebut. Awalnya adek-adek ini sangat takut dengan kedatangan kami namun pada akhirnya mereka begitu senang dengan kehadiran kami disini. Setelah itu kami pulang ke kamar kami dan bersih-bersih mandi dan membersihkan kamar kami. Setelah itu kami melaksanakan sholat maghrib dan diteruskan pembelajaran. Kami sangat bingung dengan apa yang diajarkan disini karena memang kami belum pernah mempelajari sebelumnya. Kami belajar kitab kuning dengan arab gundul didalamnya yang tidak kami mengerti. Proses pembelajaran ini dilakukan sampai jam 21:00. Setelah itu kami diajak untuk makan malam bersama para santi. Tak perlu menunggu lama kami langsung tidur karena memang hari ini sangat melelahkan. Karena kamar sangat sempit untuk kita berenam kami tidur berserakan sebisa kami tidur. Namun ketika pukul 01:00 saya terbangun karena panasnya suhu disana. Ketika pagi tiba kami melakukan sholat subuh dan belajar lagi disana sampai pukul 07:00. Kami sarapan bersama dan setelah itu kami mandi dan bersih-bersih. Sampailah pukul 09:00, tepat kami telah tinggal di pondok pesantren ini selama dua puluh empat jam. Kami segera melakukan wawancara pada salah satu santri disana. Mereka kebanyakan telah lulusan dari sebuah pondok ataupun sekolah islam. Alasan mereka untuk melanjutkan pendidikan di pondok ini adalah karena mereka ingin belajar dan memahami islam dan juga karena mereka sudah terbiasa dengan proses pembelajaran islam. Akhirnya proses life in di pesantren ini sudah berakhir. Kami berpamitan dengan kiai Royali Raodi. Kami juga sempat berfoto dengan beliau, dan kami juga berfoto dengan salah satu santri disana. Sungguh hidup dipesantren itu sangat sulit menurutku karena mungkin belum terbiasa dengan kehidupan disana.
Studi islam klasik yang dipelajari di pondok pesantren ini sangat melekat karena mereka mempelajari kitab kuning namun tetap mengembangkan unsur modern. Disini juga ada kegiatan ekstrakulikuler seperti hadroh,futsal,silat,dan lain-lain. Disini para santrinya sangat ramah dan baik. Mereka selalu mengikuti peraturan dengan baik dipondok pesantren ini.
Refleksi saya tentang pondok pesantren miftahul khoirot yaitu di pondok pesantren itu banyak mempelajari masalah agama. Sedangkan dikampus atau pendidikan formal tidak begitu fokus dengan masalah agama. Didalam pondok pesantren ini saya menemukan banyak hal yang menarik. Misalnya saja mereka ketika berjabat tangan pasti setelah itu mencium tangan mereka masing-masing. Dan didalam pondok pesantren ini saya menemukan banyak kekompakan yang terlihat.
Setelah isya kami diantar oleh anak dari ibu baik itu ke sebuah pondok didaerah plesungan gondangrejo karanganyar. Pondok pesantren itu bernama Al-Inshof. Yah dan benar saja disana memanglah mempelajari kitab kuning. Dan perjalanan pencarian pondok kami berakhir disini. Kami telah berhasil menemukan pondok pesantren yang mempelay kitab kuning sesuai yang diperintahkan. Setelah itu kami mengakhiri pencarian dan pulang ke rumah. Dan juga waktu sudah malam sekitar pukul 20:00. Aku dan salah satu teman ku pulang ke sukoharjo namun kami salah arah dan tidak tau dimana. Kami hanya bisa terus berjalan mengikuti arus kendaraan, dan akhirnya kami menemukan rambu plakat arah. Perjalanan yang sangat melelahkan saya tiba dirumah sekitar pukul 21:30. Setelah itu saya mandi dan istirahat.
Pada hari Selasa kelompok kami sowan ke pondok pesantren miftahul Khoirot untuk meminta izin langsung dan menyerahkan surat izin untuk tinggal di pondok pesantren selama 24 jam kepada kiai atau pemilik pondok. Kiai atau ustad pengurus atau pemilik pondok pesantren ini bernama ustad Royali Raudi, beliau dulu adalah lulusan dadi pondok pesantren di madura lalu mengembangkan dan mendirikan pesantren ini. Dan ya kami diijinkan untuk tinggal dan mengikuti kegiatan di pondok pesantren pada hari Rabu 13 Maret 2018. Pada hari rabu kami berkumpul didepan kamus IAIN Surakarta untuk pergi menginap di pondok pesantren miftahul khoirot. Dan pada pukul 09:00 kami telah sampai dan berjumpa di pondok pesantren Mitahul Khoirot.
Kedatangan kami disambut dengan sangat baik, kemudian kami ditunjukan sebuah kamar yang akan digunakan untuk kami beristirahat. Karena kegiatan belajar dilakukan setiap habis sholat maghrib dan sholat subuh. Jadi pada siang hari kami tidak melakukan kegiatan belajar tentang islam. Kami sarapan dengan makanan yang sudah kami bawa. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 13:00 setelah sholat dluhur kami diajak untuk memasak menyiapkan makanan untuk para santri disana. Kami diajak salah satu santri disana untuk memasak kangkung dengan porsi yang banyak. Setelah pukul 15:00 kami diajak untuk mengajar TPA di masjid Al Khoir. Karena para santri disini ditugaskan untuk menjadi pengajar TPA di masjid tersebut. Awalnya adek-adek ini sangat takut dengan kedatangan kami namun pada akhirnya mereka begitu senang dengan kehadiran kami disini. Setelah itu kami pulang ke kamar kami dan bersih-bersih mandi dan membersihkan kamar kami. Setelah itu kami melaksanakan sholat maghrib dan diteruskan pembelajaran. Kami sangat bingung dengan apa yang diajarkan disini karena memang kami belum pernah mempelajari sebelumnya. Kami belajar kitab kuning dengan arab gundul didalamnya yang tidak kami mengerti. Proses pembelajaran ini dilakukan sampai jam 21:00. Setelah itu kami diajak untuk makan malam bersama para santi. Tak perlu menunggu lama kami langsung tidur karena memang hari ini sangat melelahkan. Karena kamar sangat sempit untuk kita berenam kami tidur berserakan sebisa kami tidur. Namun ketika pukul 01:00 saya terbangun karena panasnya suhu disana. Ketika pagi tiba kami melakukan sholat subuh dan belajar lagi disana sampai pukul 07:00. Kami sarapan bersama dan setelah itu kami mandi dan bersih-bersih. Sampailah pukul 09:00, tepat kami telah tinggal di pondok pesantren ini selama dua puluh empat jam. Kami segera melakukan wawancara pada salah satu santri disana. Mereka kebanyakan telah lulusan dari sebuah pondok ataupun sekolah islam. Alasan mereka untuk melanjutkan pendidikan di pondok ini adalah karena mereka ingin belajar dan memahami islam dan juga karena mereka sudah terbiasa dengan proses pembelajaran islam. Akhirnya proses life in di pesantren ini sudah berakhir. Kami berpamitan dengan kiai Royali Raodi. Kami juga sempat berfoto dengan beliau, dan kami juga berfoto dengan salah satu santri disana. Sungguh hidup dipesantren itu sangat sulit menurutku karena mungkin belum terbiasa dengan kehidupan disana.
Studi islam klasik yang dipelajari di pondok pesantren ini sangat melekat karena mereka mempelajari kitab kuning namun tetap mengembangkan unsur modern. Disini juga ada kegiatan ekstrakulikuler seperti hadroh,futsal,silat,dan lain-lain. Disini para santrinya sangat ramah dan baik. Mereka selalu mengikuti peraturan dengan baik dipondok pesantren ini.
Refleksi saya tentang pondok pesantren miftahul khoirot yaitu di pondok pesantren itu banyak mempelajari masalah agama. Sedangkan dikampus atau pendidikan formal tidak begitu fokus dengan masalah agama. Didalam pondok pesantren ini saya menemukan banyak hal yang menarik. Misalnya saja mereka ketika berjabat tangan pasti setelah itu mencium tangan mereka masing-masing. Dan didalam pondok pesantren ini saya menemukan banyak kekompakan yang terlihat.
Lampiran






Tidak ada komentar:
Posting Komentar