Minggu, 06 Mei 2018

Studi Islam Kontemporer di Exelsso


Nama  : Dhea Nur Istiqomah
Kelas   : 2C Perbankan Syariah
Nim     : 175231103


Laporan Hasil Observasi di Exelsso Solo Square



           Hari Selasa adalah hal dimana kami mendapatkan mata kuliah Metodologi Studi Islam saya mempelajari tentang studi Islam kontemporer. Usai menjelaskan materi, saya mendapat tugas untuk melakukan pengamatan di kafe maupun restoran. Tempat yang digunakan untuk penelitian tidak ditentukan oleh dosen, namun berdasarkan undian yang di ambil oleh salah satu perwakilan dari masing masing kelompok. Satu kelompok terdiri dari 3 orang, dan kelompok saya terdiri dari saya, Tiyas dan Juwita
Setelah berunding, akhirnya kami mengambil undian. Selama mengambil undian, kami berharap agar mendapatkan restoran yang dekat dan harganya terjangkau. Teman teman saya yang lain sedikit mengeluh karena mereka mendapatkan restoran yang cukup mahal. Sebelum membuka undian kami sangat berdebar debar. Hingga akhirnya kami membuka undian dengan mengucapkan bismillah dan membukanya dengan perlahan karena takut.

         Tugas akhir memanglah selalu sulit untuk dilalui dan banyak tantangan tiba. Dan kali ini mata kuliah Metodelogi Studi Islam memberikan tugas akhir yang sangat menantang. Yaitu untuk mengamati studi islam kontemporer di tempat-tempat modern yang sekarang banyak digandrungi oleh generasi milenial. Tak hanya itu tugas ini mengharuskan kita untuk turun langsung ke berbagai tempat modern, sekedar mengamati keadaan disana. Dan bersama dua orang rekan saya, mendapat jatah tempat untuk berkunjung di Exelsso. Awalnya kami tidak tahu sama sekali dimana letaknya tempat ini, lalu bapak dosen memberikan sedikit petunjuk pada kami. Ternyata Exelsso memiliki banyak cabang di Solo Paragon, Solo Square, dan The Park.
Dan akhirnya kami memilih untuk ke Exelsso yang ada di Solo Square, karena letaknya yang cukup ramai dan tidak terlalu masuk kedalam. Sebelum kami kesana terlebih dahulu kami mencari informasi mengenai harga-harga disetiap menu yang ada disana. Alhasil kami begitu kaget, karena harganya terlihatmahal-mahal. Dan menunya kebanyakan kopi, saya yang tidak begitu menyukai kopi kali ini harus meminum kopi hanyalah demi tugas semata dari bapak dosen mata kuliah ini. Sebelum kesana juga kami mempersiapkan mental juga materi yang cukup. Tidaklah mudah membuat orang tua saya mengerti tentang tugas kali ini. Sempat tidak percaya namun akhirnya orang tua saya mengizinkan dan tentu saja memberikan segenap dukungan pada saya berupa materi. Malu memang, masih harus bergantung dan merepotkan orang tua. Nyatanya saya belum bisa mencari uang sendiri. Sempat terlintas dibenak saya untuk bekerja part time sedikit membantu orang tua, namun saya tidak bisa mengatur waktu denagn tugas kuliah yang berlimpah. Maka dari itu orang tua saya melarang bekerja di semester ini. Hasil dari nabung seminggu tak begitu cukup untuk menyelesaikan tugas ini karena memang tugas akhir mata kuliah yang lain juga banyak membutuhkan materi juga.
        Akhirnya pada tanggal 2 Mei 2018, kami bisa pergi ke Exelsso Solo Square. Dengan segenap mental dan materi yang telah kami kumpulkan. Karena letaknya yang strategis di dekat lobi Solo Square, kita dapat cepat menemukannya. Ketika kami sampai kondisi disana sangat sepi, hanya terdapat delapan orang yang sedang memesan sesuau disana. Disana terlihat orang-orang yang berkelas yang memesan di tempat ini. Banyak sekali makanan yang mereka pesan. Kami memberanikan diri untuk duduk didekat jendela dan kemudian datanglah seseorang yang mengantarkan buku menu. Kami sempat bingung mau memesan apa karena harganya yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Beruntung sekali dia sangat ramah dan baik jadi kami bisa terlebih dahulu memilih menu, meskipun itu membutuhkan waktu yang lama untuk berfikir dalam memilih menu.
         Karena kami kebingungan, akhirnya kami memesan tiga gelas kopi saja. Walaupun cuma segelas kopi yang saya minum namun harus merogoh kantong yang dalam. Kami menikmati setiap tetes kopi itu. Meskipun rasanya tidak begitu saya sukai, namun saya tetap menghabiskan kopi hingga habis. Sedikit pahit dan tidak seenak es teh manis yang ada didepan kampus tercinta, yang menjadi andalan. Disana kami mengambil beberapa gambar atau foto untuk dijadikan kenang-kenangan dan juga sebagai bukti untuk tugas kuliah kami. Menjadi pusat perhatian, itu pasti. Kami begitu terlihat aneh dan tak pernah mengunjungi sebuah kafe. Karena kami tidak bisa menyembunyikan jati diri kami yang sederhana. Tentang naluri kami yang tidak sesuai dengan orang-orang disekitar kami yang berada di exelsso ini.
         Disini begitu banyak hal yang tidak sesuai dengan kepribadian saya. Disini saya melihat dimana orang-orang tidak peduli seberapa besar uang yang mereka punya. Mereka menjajakan makanan tanpa memperdulikan harga yang tidak sewajarnya. Yang mereka pentingkan disini adalah tingkat gengsi yang tinggi.

        Saya akan merefleksi tentang studi islamb kontemporer yang telah saya teliti di kafe modern ini. Didalam hal modern yang telah saya temui disini tidak benar-benar mengandung atau memperhatikan unsur islam. Seluruh konsep ruang yang digunakan mengandung unsur kebudayaan barat, tidak ada ciri khas tradisional yang kentara. Dari segi penyajian minuman yang kami peroleh, memang menarik namun tidak sesuai dengan rasa yang ada. Yang menjadikan jajanan ini mahal adalah tempat yang nyaman dan semua dekorasi ruang yang terlihat mahal, juga karena disajikan dengan ramah tamah.

        Konsep islam didalam jajanan modern ini tidak begitu diperhatikan. Yang begitu kental dan terlihat adalah sifat atau karakteristik orang-orang yang mengunjunginya. Mereka yang begitu santai menikmati makanan dan minuman tanpa ragu dalam segi harga yang ditawarkan. Dengan demikian dapat terlihat jika mereka bertindak boros dan itu sangat tidak diperbolehkan dalam islam. Karena jika kalau kita memiliki harta berlebih harusnya kita memanfaatkan sedemikian rupa bukan menghambur-hamburkannya. Akan lebih bermanfaat jika bersedekah atau memberikannya kepada yang lebih membutuhkan. Allah akan sangat menyukai hambaNya yang bisa bermanfaat bagi orang lain dan senantiasa memberikan hal positif kepada sesamanya.

             



   

Sabtu, 24 Maret 2018

Mengulik Kehidupan di Tengah Santri

Nama      : Dhea Nur Istiqomah
Kelas       : 2C Perbankan Syariah
Nim         : 175231103
Matkul    : Metodelogi Studi Islam

Essay tentang Pondok Pesantren

Dalam semakin bertambahnya ilmu dan budaya modern yang sekarang kita gandrungi masih banyak juga orang yang masih tetap bertahan didalam pendidikan tradisionalnya. Salah satunya adalah pondok pesantren, karena pondok pesantren adalah tempat dimana pendidikan tradisional khususnya islam diajarkan. Dalam pondok pesantren para santrinya tinggal dan belajar bersama dan tetap selalu dibimbing oleh guru atau kiai. Dan karena saya adalah seorang mahasiswa yang dikelilingi oleh dunia modern yang bahkan belum tau bagaimana seluk beluk pondok pesantren. Dan kali ini saya mendapat tugas untuk tinggal di sebuah pondok pesantren selama dua puluh empat jam. Tugas ini diharapkan agar saya juga bisa mengenal dan mengetahui tentang kehidupan di pondok pesantren.
Proses pencarian pondok pesantren yang tepat tidaklah mudah, apalagi kita diharuskan mencari pondok pesantren yang mempelajari kitab kuning. Saya dan teman satu kelompok bekerja sama dengan kelompok sebelah untuk mencai pondok pesantren. Perjalanan dimulai tepat pukul 8, kami berkumpul didepan kampus IAIN Surakarta. Kami melakukan pencarian dengan memanfaatkan bantuan sebuah aplikasi modern yaitu G-Maps. Dan kemudian kami segera pergi ke tujuan pertama yaitu di pondok pesantren Al-Qurani, namun ternyata disana tidak mempelajari pondok pesantren. Jadi kami melanjutkan perjalanan dan sampailah kami didaerah jebres surakarta kami mengunjungi pondok pesma (pesantren mahasiswa) Ar-Royan di jalan kartika no 1. Namun disana ternyata juga tidak mempelajari kitab kuning. Jadi kami langsung mencari pondok pesantren lagi di google maps, dan akhirnya kami menemukan sebuah alamat untuk ke pondok pesantren Miftahul Khoirot masih didaerah jebres. Sesampainya disana kami bertemu dengan ketua atau pengurus pesantren tersebut ternyata disini kita bisa mempelajari kitab kuning. Kelompok kami akhirnya memilih untuk menjalankan tugas mempelajari kitab kuning di pondok itu saja.
Tak berhenti sampai disitu, karena kami mencari pondok pesantren itu dua kelompok jadi kami masih harus berburu pondok pesantren lagi. Kami langsung mencari pondok lagi di Gmaps kami. Kami menemukan pondok pesantren Nadhlatul Muslimat didaerah dekat pasar klewer sementara dan seperti yang tadi pondok ini tidak mempelajari kitab kuning. Kami istirahat sebentar dan sholat dluhur di pondok pesantren ini. Karena hari sudah siang dan kami sudah lelah dan lapar. Kami memutuskan untuk makan dulu disebuah rumah makan. Didalam rumah makan ini kami memesan mie ayam 5 porsi dan nasi goreng 6 porsi. Selanjutnya kami masih mencari pondok pesantren lagi. Kami menemukan pondok pesantren Al ahad, namun setelah sampai disana pondok itu ternyata sebuah LSM yang membiayai serta menampung anak-anak untuk sekolah umum. Di LSM Al ahad ini mereka tinggal dan belajar tentang islam dan ketika pagi mereka sekolah ke sekolah umum. Tak tinggal menyerah kami langsung mencari lagi. Kami menemukan pondok pesantren Budi Utomo di daerah banjarsari surakarta, tepatnya di jalan bromo rt 4 rw 23 kadipiro banjarsari surakarta. Nah dipondok pesantren ini kami tidak sempat masuk ke dalam. Kami hanya diluar dan bertanya mencari informasi pada pak satpam yang bertugas disana. Dan lagi-lagi pondok pesantren ini tidaklah mempelajari kitab kuning yang ditugaskan. Karena waktu sudah menunjukan pukul 15:30 kami memutuskan untuk sholat ashar disebuah masjid setelah itu kami istirahat sebentar dan berusaha mengumpulkan tenaga juga informasi pondok pesantren mana lagi yang akan kita datangi. Dan setelah cukup lama sekitar pukul 17:00 kami melanjutkan perjalanan ke Lsm Imam Bukhori di daerah karanganyar tepatnya di selokaton gondangrejo karanganyar. Disana seperti yang tadi disana tidak mempelajari kitab kuning, kami sudah putus asa karena saat itu sudah adzan maghrib. Dan bahkan Hp kami sudah kehabisan baterai, jadi kami sudah tidak bisa memakai Gmaps lagi. Kami bahkan menceritakan keluh kesah perjalanan kami kepada ibu pengurus pesantren ini. Namun Allah SWT selalu memberikan jalan bagi mereka yang telah berusaha, ibu pengurus pesantren tersebut miminta kita untuk sholat maghrib terlebih dahulu. Dan setelah itu akan ditunjukan pondok pesantren didekat sana yang kami cari yaitu yang mempelajari kitab kuning. Kami melaksanakan sholat maghrib dan istirahat sebentar, bahkan ibu baik itu juga menawari kita makan. Walaupun sebenarnya kami sangat lapar sekali, namun kami menolak karena takut banyak merepotkan. Sungguh ibu ini sangatlah baik karena kami menolak untuk makan kami malah diberi air putih dan kacang goreng.
Setelah isya kami diantar oleh anak dari ibu baik itu ke sebuah pondok didaerah plesungan gondangrejo karanganyar. Pondok pesantren itu bernama Al-Inshof. Yah dan benar saja disana memanglah mempelajari kitab kuning. Dan perjalanan pencarian pondok kami berakhir disini. Kami telah berhasil menemukan pondok pesantren yang mempelay kitab kuning sesuai yang diperintahkan. Setelah itu kami mengakhiri pencarian dan pulang ke rumah. Dan juga waktu sudah malam sekitar pukul 20:00. Aku dan salah satu teman ku pulang ke sukoharjo namun kami salah arah dan tidak tau dimana. Kami hanya bisa terus berjalan mengikuti arus kendaraan, dan akhirnya kami menemukan rambu plakat arah. Perjalanan yang sangat melelahkan saya tiba dirumah sekitar pukul 21:30. Setelah itu saya mandi dan istirahat.

Pada hari Selasa kelompok kami sowan ke pondok pesantren miftahul Khoirot untuk meminta izin langsung dan menyerahkan surat izin untuk tinggal di pondok pesantren selama 24 jam kepada kiai atau pemilik pondok. Kiai atau ustad pengurus atau pemilik pondok pesantren ini bernama ustad Royali Raudi, beliau dulu adalah lulusan dadi pondok pesantren di madura lalu mengembangkan dan mendirikan pesantren ini. Dan ya kami diijinkan untuk tinggal dan mengikuti kegiatan di pondok pesantren pada hari Rabu 13 Maret 2018. Pada hari rabu kami berkumpul didepan kamus IAIN Surakarta untuk pergi menginap di pondok pesantren miftahul khoirot. Dan pada pukul 09:00 kami telah sampai dan berjumpa di pondok pesantren Mitahul Khoirot.
Kedatangan kami disambut dengan sangat baik, kemudian kami ditunjukan sebuah kamar yang akan digunakan untuk kami beristirahat. Karena kegiatan belajar dilakukan setiap habis sholat maghrib dan sholat subuh. Jadi pada siang hari kami tidak melakukan kegiatan belajar tentang islam. Kami sarapan dengan makanan yang sudah kami bawa. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 13:00 setelah sholat dluhur kami diajak untuk memasak menyiapkan makanan untuk para santri disana. Kami diajak salah satu santri disana untuk memasak kangkung dengan porsi yang banyak. Setelah pukul 15:00 kami diajak untuk mengajar TPA di masjid Al Khoir. Karena para santri disini ditugaskan untuk menjadi pengajar TPA di masjid tersebut. Awalnya adek-adek ini sangat takut dengan kedatangan kami namun pada akhirnya mereka begitu senang dengan kehadiran kami disini. Setelah itu kami pulang ke kamar kami dan bersih-bersih mandi dan membersihkan kamar kami. Setelah itu kami melaksanakan sholat maghrib dan diteruskan pembelajaran. Kami sangat bingung dengan apa yang diajarkan disini karena memang kami belum pernah mempelajari sebelumnya. Kami belajar kitab kuning dengan arab gundul didalamnya yang tidak kami mengerti. Proses pembelajaran ini dilakukan sampai jam 21:00. Setelah itu kami diajak untuk makan malam bersama para santi. Tak perlu menunggu lama kami langsung tidur karena memang hari ini sangat melelahkan. Karena kamar sangat sempit untuk kita berenam kami tidur berserakan sebisa kami tidur. Namun ketika pukul 01:00 saya terbangun karena panasnya suhu disana. Ketika pagi tiba kami melakukan sholat subuh dan belajar lagi disana sampai pukul 07:00. Kami sarapan bersama dan setelah itu kami mandi dan bersih-bersih. Sampailah pukul 09:00, tepat kami telah tinggal di pondok pesantren ini selama dua puluh empat jam. Kami segera melakukan wawancara pada salah satu santri disana. Mereka kebanyakan telah lulusan dari sebuah pondok ataupun sekolah islam. Alasan mereka untuk melanjutkan pendidikan di pondok ini adalah karena mereka ingin belajar dan memahami islam dan juga karena mereka sudah terbiasa dengan proses pembelajaran islam. Akhirnya proses life in di pesantren ini sudah berakhir. Kami berpamitan dengan kiai Royali Raodi. Kami juga sempat berfoto dengan beliau, dan kami juga berfoto dengan salah satu santri disana. Sungguh hidup dipesantren itu sangat sulit menurutku karena mungkin belum terbiasa dengan kehidupan disana.

Studi islam klasik yang dipelajari di pondok pesantren ini sangat melekat karena mereka mempelajari kitab kuning namun tetap mengembangkan unsur modern. Disini juga ada kegiatan ekstrakulikuler seperti hadroh,futsal,silat,dan lain-lain. Disini para santrinya sangat ramah dan baik. Mereka selalu mengikuti peraturan dengan baik dipondok pesantren ini.
Refleksi saya tentang pondok pesantren miftahul khoirot yaitu di pondok pesantren itu banyak mempelajari masalah agama. Sedangkan dikampus atau pendidikan formal tidak begitu fokus dengan masalah agama. Didalam pondok pesantren ini saya menemukan banyak hal yang menarik. Misalnya saja mereka ketika berjabat tangan pasti setelah itu mencium tangan mereka masing-masing. Dan didalam pondok pesantren ini saya menemukan banyak kekompakan yang terlihat.




Lampiran





Foto bersama kiai Royali Raudi



Belajar kitab kuning


Latihan hardroh bersama santri pondok miftahul khoirot


Makan bersama santri miftahul khoirot






Kamis, 22 Maret 2018

Lunturnya Eksistensi Jajanan Pasar



 


          Masa modern sangat berpengaruh bagi kebudayaan masyarakat dunia. Masa modernisasi mulai merevolusi berbagai aspek kehidupan mulai dari makanan, pakaian, teknologi dan masih banyak lagi. Tak bisa dipungkiri bahwa modernisasi sangat mempengaruhi perilaku masyarakatnya juga. Dan masyarakat mulai melupakan kebiasaan tradisional yang dulu dilakukan. Salah satu dari hasil perkembangan modernisasi adalah dibidang makanan, makanan adalah sebuah kebutuhan utama atau pokok dari manusia. Namun makanan juga bisa dikatakan sebagai suatu kebudayaan yang mana masyarakat akan mencarinya sebagai objek keindahan untuk dikunjungi. Jadi makanan bukan hanya menjadi kebutuhan khusus atau pokok manusia saja melainkan juga bisa dikatakan sebagai kebutuhan tersier atau sekedar bermewah-mewahan. Berkembangnya era globalisasi di lingkungan masyarakat Indonesia mempengaruhi rasa kepedulian terhadap kuliner tradisional Indonesia. Hal itu menimbulkan pandangan dari beberapa masyarakat yang berpendapat bahwa makan di restorant modern yang mewah seperti Mc donald, KFC, dan lain-lain akan terasa lebih enak dan bergengsi daripada makan di warung-warung dipinggir jalan yang menjual makanan asli Nusantara. Ini menyebabkan kebudayaan seperti ini akan menggeser makanan tradisional. Dan memungkinkan makanan modern dapat menenggelamkan makanan atau jajanan jaman dulu. Itu karena masyarakat mulai beralih mengkonsumsi makanan modern. Dalam tulisan kali ini akan membahas tentang jajanan pasar tempo dulu yang sudah mulai hilang terkurung oleh makanan modern masa kini.
           Makanan modern yang dijual dengan rasa dan bentuk menarik memang dapat menggoda siapa saja. Apalagi dikalangan anak remaja yang dengan rasa ingin taunya yang tinggi. Dan dengan demikian makanan tradisional sudah tidak diminati lagi. Makanan tradisional yang dulu sempat menjadi primadona diseluruh kalangan pada masyarakat seperti, arem-arem, semar mendem, kue lapis, nogosari, gembukan, onde-onde, klepon, pecel, rengginang, dan masih banyak lagi, makanan ini sering disebut dengan jajanan pasar. Dan makanan tradisional  ini mulai hilang seiring dengan maraknya makanan modern yang menyuguhkan tempat-tempat yang sangat menarik. Karena anak remaja dimasa modern ini sangat menggemari selfie atau foto dengan background yang unik dan bagus kemudian mengunggahnya ke akun media sosialnya. Lagi-lagi ini karena perkembangan dimasa modern yaitu dibidang teknologi. Mereka lebih menyukai background yang bagus atau kepopuleran makanan itu sendiri untuk dipamerkan di media sosial mereka dibandingkan dengan melestarikan budaya Indonesia lewat makanan tradisional.
            Dengan hadirnya makanan modern yang memikat para remaja dan masyarakat awam ini menyebabkan makanan tradisional seperti jajanan pasar sudah tidak lagi disukai oleh banyak orang. Pedagang jajanan pasar atau makanan tradisional tentu sangat merasakan dampaknya. Dahulu jajanan tradisional banyak dicari dan dikonsumsi, namun seiring munculnya makanan baru yang lebih inovasi maka masyarakat mulai enggan melirik jajanan tradisional. Apalagi mayoritas masyarakat sekarang sudah beralih ke makanan modern sebagai makanan sehari-hari mereka. Ini dapat memungkinkan para penjual aneka jajanan pasar sudah mulai berkurang. Itu karena jajanan pasar sudah tidak banyak yang laku terjual. Peran pemerintah tentu sangat diperlukan dalam permasalahan ini, selain untuk mengembalikan eksistensi jajanan pasar pemerintah juga harus tegas dan mengambil sikap untuk lebih mengutamakan pedagang tradisional. Memang jika dibandingkan dengan makanan modern, jajanan pasar tidak memiliki keuntungan yang begitu besar. Namun jika para pedagang tradisional dibimbing untuk melakukan inovasi baru terhadap jajanan pasar itu akan menjadi aset yang besar bagi para pedagang tradisional bahkan untuk pemerintah. Kita sebagai para generasi muda juga harus berani memperjuangkan kembali kebudayaan tradisional yang sudah nenek moyang wariskan kepada kita. Disisi lain ada juga yang sudah mulai menginovasi makanan tradisional, berikut ada beberapa jajanan tradisional yang sudah diolah dengan inovasi baru seperti, arem-arem mie, pepes telur asin, pudding waluh, nagasari coklat, memang tak banyak makanan yang sudah diinovasi, namun dengan demikian adanya inovasi tersebut masyarakat luas mau menerima bentuk lain dari jajanan tradisional. Jadi para penjual harus terus melakukan inovasi agar jajanan tradisional tidak kalah dengan jajanan masa kini yang semakin terus berkembang.
           Meskipun demikian masih ada juga yang menyukai jajanan tradisional untuk dikonsumsi, mungkin mereka ingin bernostalgia tentang makanan tradisional ini dimasa kecilnya yang sempat menjadi primadona. Keberadaan jajanan tradisional dimasa sekarang terkadang sangat dibutuhkan masyarakat dalam beberapa hal seperti saat acara-acara, syukuran dan lain-lain. Namun bila dilihat kembali keberadaan makanan tradisional hanya terlihat disaat acara tertentu saja. Kini jajanan tradisional lambat laun makin digantikan dengan berbagai model makanan yang baru dan lebih menarik.
          Ini membuktikan betapa kuatnya pengaruh modernisasi bagi kebutuhan dan perilaku masyarakat Indonesia khususnya dan bahkan masyarakat dunia juga. Selama ini memang tak banyak jenis jajanan tradisional yang bisa kita temukan, namun alangkah lebih baik jika kita sebagai generasi muda mau ikut melestarikan dan mengenalkan jajanan tradisional pada masyarakat luas. Dengan cara, jajanan tradisional saat ini perlu dilakukan adanya perubahan atau inovasi dalam bentuk rasa dan kemasan. Kalau ingin eksis dikalangan remaja mau tidak mau tidak mau ya mengangkat jajanan tradisional untuk dijual seperti di Car Free Day (CFD), dan kembali lagi untuk bisa melakukan inovasi karena anak jaman sekarang dijamin menyukai kemasan jajanan yang lucu dan menarik. Selain itu dengan melakukan inovasi maka akan memunculkan sesuatu yang baru dikalangan masyarakat, terlebih lagi dengan mengganti bahan dasar yang mungkin dapat diterima dilidah masyarakat.




Sabtu, 17 Februari 2018

Essay Al-Araf ayat 179 "buku tafsir Al-Maraghi"


Nama        : Dhea Nur Istiqomah
Kelas         : 2C Perbankan Syariah
Nim            : 175231103

IDENTITAS BUKU
Judul buku               : Terjemah Tafsir Al-Maraghi 9
Nama pengarang    : Ahmad Musthafa Al-Maraghi
Tahun terbit             : 1992
Penerbit                    : Cv.Toha Putra
Kota terbit                : Semarang




Membahas tafsir Al-Maraghi surat Al-Araf ayat 179





          Menurut Al-Maraghi setelah al-quran menceritakan kisah-kisah tentang orang-orang yang lalai dan mengabaikan ayat-ayat Allah, yaitu kepada orang-orang yang sesat. Supaya orang-orang sesat itu memikirkannya dan mulai meninggalkan pada kesesatan yang mereka jalani, lalu kembali pada jalan yang Allah ridhai dan mulai memperbaiki kesalahannya. Setelah itu Allah juga menjelaskan keterangan selanjutnya bahwa sarana petunjuk dan sebuah kesesatan akan membawa  manusia itu kepada apa yang telah ia perbuat. Jika manusia kembali pada kebenaran maka Allah akan senantiasa memaafkan dan memberikan anugerah. Namun jika manusia itu sendiri malah justru memilih untuk tetap pada jalan kesesatan maka Allah akan timpakan hukuman atas orang tersebut, entah itu masih di dunia ataupun kelak di akhirat. Karena Allah telah memberi manusia itu anugerah seperti akal dan panca indra untuk memilahkan mana diantara dua jalan yang sebaiknya dipilih untuk kebaikan manusia itu sendiri.
           Menurut saya hasil dari penafsiran Al-maraghi ini terbilang jukup jelas dan mudah untuk diterima bagi masyarakat awam. Dan melalui penjelasan beliau kita juga dapat lebih paham maksut dari ayat Al-quran dari surat Al-Araf ayat 179 ini. Tentang orang-orang yang lalai dan sesat, tentang orang-orang yang tidak mempergunakan anugerah yang telah diberikan kepada Allah SWT kepada kita para manusia. Kita diberi akal dan panca indra namun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.
           Contoh dari ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita yaitu ketika ada seorang anak atau remaja yang melakukan pelecehan seksual dengan temannya atau saja orang yang mengakses beberapa halaman porno di situs web. Mereka diberi akal juga pikiran bahkan mereka juga diberikan panca indra seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan lain sebagainya, namun mereka tidak mempergunakan apa yang telah diberikan Allah SWT kepada mereka dengan semestinya. Justru mereka malah merusaknya melalu tindakan-tindakan yang tidak berguna dan justru malah menjadi hal yang lalai atau merugikan diri sendiri. Kita sebagai manusia yang diberi anugerah dari Allah Swt, harusnya dapat mempergunakannya dengan baik. Allah tau apa yang kita perbuat dimanaun kita berada. Maka dari itu seharusnya kita bisa lebih menjaga tentang apa yang kita lakukan.


BIOGRAFI SANG PENULIS
Ahmad Musthafa Al-Maraghi atau lebih sering kita kenal dengan nama Al-Maraghi ini lahir disebuah kota di Maraghah, yaitu salah satu kota di mesir pada tahun 1300 H atau 1883 M. Al-Maraghi besar di Kota Maraghah,beliau juga dilahirkan disana. Nama Kota tempat ia dibesarkan inilah yang dijadikan nama belakang beliau, nama ini juga yang membuat orang mudah mengenalnya. Jadi nama Al-maraghi bukanlah nama dari keluarganya melainkan nama yang diambil dari kota kelahirannya yaitu Maraghah.
         Muhammad Musthafa dalam karirnya, beliau menciptakan beberapa karya tafsir, namun beliau tetap mengutamakan dalam menafsirkan Alquran. Tapi beliau tidak menafsirkan seluruh bagia Al-Quran, hanya beberapa saja yang ia tafsirkan dan menerbitkannya menjadi sebuah buku. Masa kecilnya dilaluinya dalam didikan lingkungan keluarga yang mendalami agama islam,jadi beliau mempunyai dasar agama yang baik dari keluarganya. Pendidikan yang ia tempuh juga pada sebuah sekolah islam. Ketika beliau masih diusia belia sudah bisa menghafal ayat Al-quran. Tidak hanya itu, ia juga mempelajari dasar-dasar pemahaman agama islam lainnya. Al-Maraghi dengan sukses berhasil menamatkan studi kuliahnya tak hanya satu namun dua sekaligus di tahun 1909 M, yaitu di universitas terbaik di mesir seperti universitas di kairo dan darul ulum yang sangat populer. Dalam pendidikan di dalambperkuliahan itu, Al-Maraghi memperoleh pelajaran atau pemahaman dari beberapa tokoh besar. Tokoh-tokoh itulah yang membuat Al-Maraghi tumbuh dan dikenal menjadi intelektual yang dapat memahami dan menguasai seluk beluk pengetahuan tentang agama. Kesuksesan Al-Maraghi sekarang tak dapat dipisahkan dari proses perjuangannya ketika muda. Ketika beliau mencari ilmu dari berbagai sumber, baik buku, pendidikan sekolah, ataupun dari tokoh-tokoh besar di universitas tempat beliau belajar.
REFLEKSI
      Jadi kesimpulan yang bisa kita ambil dalam uraian diatas adalah bahwa kita sebagai manusia haruslah bisa memilih mana hal yang terbaik untuk dirinya. Dan kita diharuskan untuk  bisa menggunakan apa yang telah dianugerahkan Allah swt, pada kita dengan sebaik mungkin, di jalan Allah swt.  Dan melalui tafsir dari Al-Maraghi ini dapat membantu kita dalam memperdalam pemahaman tentang Al-quran.





Minggu, 04 Februari 2018

Resum Buku "dasar-dasar studi islam"



RESUM BUKU “DASAR-DASAR STUDI ISLAM”
Penulis buku : Dr.H.Akmal Hawi, M.Ag.
Penerbit buku   : Rajawali pers
Tahun terbit    : 2014
Kota terbit : Jakarta


Mata kuliah   : Metodelogi Studi Islam


Nama  : Dhea Nur Istiqomah
Kelas  : 2 C Perbankan Syariah
Nim     : 175231103

A.                Pengertian Islam
Islam itu adalah sebuah agama yang sangat mudah dipahami dan tidak rumit, islam sangat cinta dengan kedamaian dan juga menyukai toleransi. Sedangkan muslim itu sendiri yaitu seseorang yang beragama islam dan mempunyai kriteria dalam islam, melaksanakan apa yang diwajibkan juga menjauhi apapun yang dilarang. Seorang muslim yang punya sifat atau kriteria islam seperti cinta damai, dia adalah seorang muslim yang punya sifat rendah diri dan selalu tunduk kepada kemauan Allah SWT. Islam itu merupakan agama yang cinta perdamaian dan tidak menyukai halnya kekerasan. Islam juga tidak memaksa, seorang muslim yang beriman itu meyakini kitab-kitab yang terdahulu dan semua kitab yang diturunkan kepada semua bangsa. Dengan islam kita dapat menyelesaikan beberapa permasalahan di dunia, seperti halnya masalah ekonomi yang melanda dan semua bidang, dengan Al-Quran kita dapat menyelesaikannya.
B.                 Bukti Adanya Allah
- Hukum Evolusi penciptaan    : dalam Quran surat Al-A’laa ayat 1-3 , yang menjelaskan tentang tuhan yang menciptakan dan menyempurnakan dan yang menentukan kadarnya masing-masing dan memberi petunjuk.
- Seluruh ciptaan berada dalam pengaturannya        : didalam Qur’an surat Ar-Rahman ayat 5-6, tentang matahari dan bulan mengikuti perhitungan dan semak belukar serta pepohonan tunduk menurut. Juga telah diterangkan dalam surat-surat yang lain seperti, QS Yasin ayat 38-40, QS Fushilat ayat 11, dan QS Al-Jaatsiyah ayat12-13.
C.   Teori Ketuhanan
         Selain teori tentang ketauhidan yang mempercayai hanya ada satu tuhan dalam sebuah kepercayaan, tentu saja masih banyak kepercayaan tentang berapa jumlah dari tuhan itu sendiri, diantarana:
1.    Deisme
         Meyakini dan mengimani adanya dua tuhan didalam keyakinan mereka. Dan mereka beribadah kepada dua tuhan ini, sebagaimana orang beragama.
2.    Trinitas
         Meyakini dan mengimani adanya tiga tuhan dalam kepercayaannya, mereka menganggap bahwa ada tuhan, anak tuhan dan ibu.
D.   Sumber Islam
    Sumber islam itu adalah AL-Quran dan Hadis, kita sebagai umat islam pasti akan berpedoman pada keduanya. Dengan demikian kita dapat menyelesaikan suatu masalah didunia ini dengan petunjuk Allah SWT.
1.      Al-Qur’an
Al-Quran itu berbahasa arab, itu dikarenakan Allah menugaskan untuk menyampaikan ajaran tersebut untuk masyarakat yang pintar dan fasih berbahasa Arab, sehingga bahasa arablah  yang dipahami. Seperti dalam Al-qur’an QS Fushilat ayat 44.
2.      Hadis
Sedangkan hadis itu sendiri adalah buku berisi sunah-sunah atau perilaku kehidupan nabi dan para sahabatnya. Ini jga dapat dijadikan pedoman kita dalam memahami Al-Qur’an.


Kesimpulan
Islam itu agama yang diwahyukan Tuhan kepada manusia lewat Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa kabar gembira. Islam pada hakekatnya membawa ajaran-ajaran yang mengambil aspek adalah Al-Qur’an dan hadits. Dengan mencakup semua permasalahan manusia dibumi.




.








Kamis, 23 November 2017

Revolusi Mushola Daur Ulang



"REVOLUSI MUSHOLA DAUR ULANG"
(Dhea Nur Istiqomah, 1C Perbankan Syariah, 175231103)



Nama          : Dhea Nur Istiqomah
Kelas : 1 C Perbankan Syariah
Nim   : 175231103


PENDAHULUAN
          Indonesia yang punya keanekaragaman dari masyarakatnya. Misalnya dari segi agama yang ada dan kebudayaan didalamnya, pasti banyak keanekaragaman dalam bentuk dari bangunan tempat ibadahnya seperti saja masjid atau mushola pada agama yang mendominasi di negara kita Indonesia yaitu agama islam. Banyak sekali bentuk masjid atau mushol yang unik dan indah. Dan tentunya pasti punya sejarah dalam pembuatannya yang tak kalah unik juga. Jadi msjid yang kita ketahui sebagai tempat ibadah umat beragama islam ini juga memiliki fungsi sebagai tempat memaparkan kebudayaan setempat.

         Dalam narasi ini yang berjudul "Revormasi mushola daur ulang". Alasan dari pemilihan judul ini adalah karena kita akan membahas tentang kondisi dan sejarah dari pembuatan mushola al hikmah yang unik dengan bentuknya yang hanya kotak dan tak beratap genting ini dulunya berasal dari sebuah pemanas kayu atau oven kayu pada sebuah pabrik kayu. Dalam narasi ini akan dibahas mengenai sejarah dalam pembuatan dan hal-hal yang berkaitan dengan mushola unik ini. Seperti kondisi fisik dan juga kebudayaan yang ada.

        Tujuan dari penulisan narasi ini adalah untuk mengenal dan mengamati keunikan dari kebudayaan mushola atau masjid di masyarakat awam. Kita juga dapat mengenal tentang tradisi dan kepercayaan pada masyarakat. Dan yang paling penting adalah kita dapat menemukan bahwa banyak keunikan sejarah dibalik berdirinya sebuah bangunan masjid yang biasanya kurang begitu menarik perhatan kaum remaja dibanding dengan museum, dan tempat bersejarah lainnya. Masyarakat awam yang biasanya melihat masjid sebagai bangunan yang biasa-biasa saja namun ternyata ada kisah unik dibalik pembuatannya yang menarik untuk kita kulik sejarahnya.


KEADAAN FISIK
        Mushola unik ini terletak di Jombor baru rt 2 rw 7 Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Dengan kondisi fisik yang cukup unik berbeda dengan bentuk mushola kebanyakan. Karena bentuknya hanya kotak dan atapnya bukan genting melainkan hanya cor semen seperti tembok horizontal. Meski dulu mushola ini kecil sekarang sudah mengalami perubahan yang significan. Terjadi perbaikan atau penambahan ruaangan dan fasilitas yang memadai didalamnya itu semua pastinya untuk kenyamanan pengguna mushola, namun itu tidak merubah bentuk awal mushola yaitu kotak karena bekas tempat pemanas kayu atau oven kayu pada pabrik.

       Kondisi fisik mushola ini mungkin jika dilihat sekilas akan terlihat sama saja dengan kebanyakan mushola lainnya. Misalnya saja mushola ini memiliki satu ruang untuk beribadah dan didalam nya terdapat beberapa karpet berwarna hijau, ada juga beberapa mukena dan sarung tersedia untuk masyarakat yang mau beribadah namun tidak membawanya, kemudian ada juga 2 kipas angin agar orang yang beribadah disana terasa nyaman, dan fasilitas mushola lainnya. Ada ruang gudang untuk menyimpan barang-barang kepentingan mushola dan kepentingan masyarakat, misalnya saja sound system dan alat-alat bolo pecah seperti piring gelas dan lain-lain, itu adalah kepunyaan bersama biasanya digunakan dalam acara umum dimasyarakat misalnya saja pengajian, pernikahan, dan lain sebagainya. Tak lupa juga ada satu ruang kamar mandi sekaligus tempat berwudhu. Namun disini tidak ada pemisah antara tempat wudhu laki-laki dan perempuan jadi biasanya disini yang memakai adalah laki-laki sedangkan biasanya untuk perempuan pasti wudu di rumah tetangga dekat mushola ini atau wudhu di rumah masing-masing.


BERDIRI
          Mushola ini berdiri pada sekitar tahun 1995 an, mushola ini dibangun dari tempat bekas oven kayu yang dimiliki sebuah pabrik kayu kala itu. Awalnya pemilik pabrik itu sudah ingin menghibahkan tanah tempat itu untuk masyarakat setempat namun malah dijadikannya sebagai  salah satu bagian dari pabrik. Masyarakat merasa kecewa dengan keputusan itu, namun tetap menghargai keputusan yang diambil dari pemilik pabrik tersebut. Setelah berdiri beberapa tahun ternyata pabrik itu tidak berhasil dan akhirnya bangkrut. Pemilik pabrik ini akhirnya bersedia untuk menghibahkan tanah yang awalnya direncanakan dari awal namun ternyata telah dibangun sebuah ruangan dengan ukuran sedang itu. Ada segelintir dari masyarakat setempat yang kurang setuju dengan pembangunan masjid dari tempat bekas pabrik itu. Namun banyak yang merasa senang karena dengan demikian mereka akan punya tempat sebagai wadah untuk beribadah dan  melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
          Setelah semuanya sepakat maka dibangunlah mushola itu dengan tanpa merubah bangunan awal yaitu kotak seperti oven kayu yang telah dipergunakan sebelumnya. Setelah mushola ini jadi masyarakat dengan suka cita mulai sholat berjamaah dimushola ini. Namun ada juga yang tidaksuka dengan berfungsinya mushola ini dikarenakan mereka percaya bahwa bekas oven itu tidak cocok untuk dijadikan tempat beribadah. Banyak sekali alasan yang membuat mereka tidak menyukai pembanunan mushola ini mereka juga percaya bahwa mushola ini anyak penunggunya sehingga mereka tidak mau untuk beribadah disana. Beberapa masyarakat  berpendapat bahwa tempat itu tidak suci dan karena masalah mistis ini juga sebagai alasannya.

          Setelah beberapa tahun mushola ini mulai diakui dan banyak juga yang beribadah disana. Meskipun ada juga yang masih mempercayai hal-hal yang dianggap sebagai kepercayaan itu. Namun para muda-mudi bersama dengan masyarakat mulai mengadakan sebuah kegiatan-kegiatan yang positif disana. Yang dapat membantu masyarakat agar mengakui keberadaan mushola Al-Hidayah ini sebagai mushola dengan pengaruh yang positif dan tidak ada pengaruh negatif dari kepercayaan mistis dari segelinintir dari masyarakat awam.






KEGIATAN POSITIF
          Di mushola Al-Hidayah ini mulai mengembangkan kegiatan-kegiatan yang berbau positif seperti TPA untuk anak-anak dan orang yang ingin belajar mengaji, disini para muda-mudi mulai mengembangkan proses pembelajaran TPA aak-anak dengan cara yang menarik. Misalnya saja disini anak-anak TPA tidak hanyabelajar didalam ruangan namun mereka  juga diajarkan untuk keluar mengenal keadaan alam dan diberi materi yan berkaitan dengan lingkungan alam. Selanjutnya disini juga ada kegiatan pengajian rutin dihari jumat. Banyak orang ynag tertarik dan datang untuk mengikuti kegiatan bermanfaat ini.

          Nah dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat tersebut diharapkan seluruh masyarakat dapat berpartisipasi da mula tertari dengan mushola ini. Serta tidak mempercayai hal-hal yang tidak-tidak tentang mushola ini. Masyarakat diharapkan dapat membantu untuk mengembangkan kesejahteraan dari mushola ini.


JAMAAH MINI

          Yah meskipun sudah banyak kegiatan yang menunjang mushola ini tetap saja jamaahnya sangat sedikit apalagi pada saat sholat shubuh. Jamaah nya kadang hanya 6 sampai 8 orang, tidak sampai 10 orang. Ini sangat memprihatinkan. Sebab mushola yang sudah menarik dengan  berbagai kegiatan dan sejarahnya namun dalam urusan jamaah, tidak bisa dikendalikan. Dengan kata lain mushola ini belum bisa menarik perhatian bagi masyarakat awam untuk melakukan ibadah sholat berjamaah di mushola. Dan ini adalah permasalahan yang besar. Entah mereka tidak suka, atau mugkin masih menyimpan kepercayaan tentang hal-hal yang mistis mengenai mushola ini. Para masyarakat tidak egitu menanggapi hal ini. Sehingga mereka membiarkan kondisi ini dan berharap agar mereka yang masih memiliki kepercayaan tersebut agar segera sadar dan apat mengakui mushola tersebut dan dapat berkontribusi atau berpartisipasi di dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di mushola AL_Hidayah ini

          Namun meskipun demikian masih banyak yang berusaha untuk mengembangkan potensi dari mushola ini dengan beberapa kegiatan-kegiatan yang dinilai dapat mengembangkan ilmu pengetahuah dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Tak menutup kemungkinan nantinya mereka lama-lama aka mulai sadar dan mulai mengikuti kegiatan di mushola ini dengan segudang keunikannya.


REFLEKSI
           Dengan uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwasanya mushola atau tempat ibadah yang kita lihat biasa saja ternyata memiliki sejarah yang unik dibalik pembangunannya. Dalam hal ini membuktikan bahwa sejarah perkembangan islam dapat berkembang pesat melalui kesadaran masyarakat. Kebudayaan dan kepercayaan masyarakat tetap mewarnainya. Namun dibalik itu semua pada intinya kita harus tetap melestarikan kegiatan-kegiatan positif dalam mushola ini. Agar tercipta mushola yang sehat. Yang dimaksud disini adalah mushola yang memiliki kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan sebagai tempat beribadah yang nyaman.
          Dari jaman dahulu hingga sekarang pada intinya islam membebaskan kita untuk membangun tempat ibadah apapun bentuknya yang penting adalah tujuan dari pembangunan tersebut. Untuk tempat ibadah bagi masyarakat yang beragama islam juga unuk pengembangan inovasi dan kreasi dibidang ilmu pengetahuan.