Nama : Dhea Nur Istiqomah
Kelas : 2C Perbankan Syariah
Nim : 175231103
Laporan Hasil Observasi di Exelsso Solo Square
Hari Selasa adalah hal dimana kami mendapatkan mata kuliah Metodologi Studi Islam saya mempelajari tentang studi Islam kontemporer. Usai menjelaskan materi, saya mendapat tugas untuk melakukan pengamatan di kafe maupun restoran. Tempat yang digunakan untuk penelitian tidak ditentukan oleh dosen, namun berdasarkan undian yang di ambil oleh salah satu perwakilan dari masing masing kelompok. Satu kelompok terdiri dari 3 orang, dan kelompok saya terdiri dari saya, Tiyas dan Juwita
Setelah berunding, akhirnya kami mengambil undian. Selama mengambil undian, kami berharap agar mendapatkan restoran yang dekat dan harganya terjangkau. Teman teman saya yang lain sedikit mengeluh karena mereka mendapatkan restoran yang cukup mahal. Sebelum membuka undian kami sangat berdebar debar. Hingga akhirnya kami membuka undian dengan mengucapkan bismillah dan membukanya dengan perlahan karena takut.
Tugas akhir memanglah selalu sulit untuk dilalui dan banyak tantangan tiba. Dan kali ini mata kuliah Metodelogi Studi Islam memberikan tugas akhir yang sangat menantang. Yaitu untuk mengamati studi islam kontemporer di tempat-tempat modern yang sekarang banyak digandrungi oleh generasi milenial. Tak hanya itu tugas ini mengharuskan kita untuk turun langsung ke berbagai tempat modern, sekedar mengamati keadaan disana. Dan bersama dua orang rekan saya, mendapat jatah tempat untuk berkunjung di Exelsso. Awalnya kami tidak tahu sama sekali dimana letaknya tempat ini, lalu bapak dosen memberikan sedikit petunjuk pada kami. Ternyata Exelsso memiliki banyak cabang di Solo Paragon, Solo Square, dan The Park.
Dan akhirnya kami memilih untuk ke Exelsso yang ada di Solo Square, karena letaknya yang cukup ramai dan tidak terlalu masuk kedalam. Sebelum kami kesana terlebih dahulu kami mencari informasi mengenai harga-harga disetiap menu yang ada disana. Alhasil kami begitu kaget, karena harganya terlihatmahal-mahal. Dan menunya kebanyakan kopi, saya yang tidak begitu menyukai kopi kali ini harus meminum kopi hanyalah demi tugas semata dari bapak dosen mata kuliah ini. Sebelum kesana juga kami mempersiapkan mental juga materi yang cukup. Tidaklah mudah membuat orang tua saya mengerti tentang tugas kali ini. Sempat tidak percaya namun akhirnya orang tua saya mengizinkan dan tentu saja memberikan segenap dukungan pada saya berupa materi. Malu memang, masih harus bergantung dan merepotkan orang tua. Nyatanya saya belum bisa mencari uang sendiri. Sempat terlintas dibenak saya untuk bekerja part time sedikit membantu orang tua, namun saya tidak bisa mengatur waktu denagn tugas kuliah yang berlimpah. Maka dari itu orang tua saya melarang bekerja di semester ini. Hasil dari nabung seminggu tak begitu cukup untuk menyelesaikan tugas ini karena memang tugas akhir mata kuliah yang lain juga banyak membutuhkan materi juga.
Akhirnya pada tanggal 2 Mei 2018, kami bisa pergi ke Exelsso Solo Square. Dengan segenap mental dan materi yang telah kami kumpulkan. Karena letaknya yang strategis di dekat lobi Solo Square, kita dapat cepat menemukannya. Ketika kami sampai kondisi disana sangat sepi, hanya terdapat delapan orang yang sedang memesan sesuau disana. Disana terlihat orang-orang yang berkelas yang memesan di tempat ini. Banyak sekali makanan yang mereka pesan. Kami memberanikan diri untuk duduk didekat jendela dan kemudian datanglah seseorang yang mengantarkan buku menu. Kami sempat bingung mau memesan apa karena harganya yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Beruntung sekali dia sangat ramah dan baik jadi kami bisa terlebih dahulu memilih menu, meskipun itu membutuhkan waktu yang lama untuk berfikir dalam memilih menu.
Karena kami kebingungan, akhirnya kami memesan tiga gelas kopi saja. Walaupun cuma segelas kopi yang saya minum namun harus merogoh kantong yang dalam. Kami menikmati setiap tetes kopi itu. Meskipun rasanya tidak begitu saya sukai, namun saya tetap menghabiskan kopi hingga habis. Sedikit pahit dan tidak seenak es teh manis yang ada didepan kampus tercinta, yang menjadi andalan. Disana kami mengambil beberapa gambar atau foto untuk dijadikan kenang-kenangan dan juga sebagai bukti untuk tugas kuliah kami. Menjadi pusat perhatian, itu pasti. Kami begitu terlihat aneh dan tak pernah mengunjungi sebuah kafe. Karena kami tidak bisa menyembunyikan jati diri kami yang sederhana. Tentang naluri kami yang tidak sesuai dengan orang-orang disekitar kami yang berada di exelsso ini.
Disini begitu banyak hal yang tidak sesuai dengan kepribadian saya. Disini saya melihat dimana orang-orang tidak peduli seberapa besar uang yang mereka punya. Mereka menjajakan makanan tanpa memperdulikan harga yang tidak sewajarnya. Yang mereka pentingkan disini adalah tingkat gengsi yang tinggi.
Saya akan merefleksi tentang studi islamb kontemporer yang telah saya teliti di kafe modern ini. Didalam hal modern yang telah saya temui disini tidak benar-benar mengandung atau memperhatikan unsur islam. Seluruh konsep ruang yang digunakan mengandung unsur kebudayaan barat, tidak ada ciri khas tradisional yang kentara. Dari segi penyajian minuman yang kami peroleh, memang menarik namun tidak sesuai dengan rasa yang ada. Yang menjadikan jajanan ini mahal adalah tempat yang nyaman dan semua dekorasi ruang yang terlihat mahal, juga karena disajikan dengan ramah tamah.
Konsep islam didalam jajanan modern ini tidak begitu diperhatikan. Yang begitu kental dan terlihat adalah sifat atau karakteristik orang-orang yang mengunjunginya. Mereka yang begitu santai menikmati makanan dan minuman tanpa ragu dalam segi harga yang ditawarkan. Dengan demikian dapat terlihat jika mereka bertindak boros dan itu sangat tidak diperbolehkan dalam islam. Karena jika kalau kita memiliki harta berlebih harusnya kita memanfaatkan sedemikian rupa bukan menghambur-hamburkannya. Akan lebih bermanfaat jika bersedekah atau memberikannya kepada yang lebih membutuhkan. Allah akan sangat menyukai hambaNya yang bisa bermanfaat bagi orang lain dan senantiasa memberikan hal positif kepada sesamanya.

Konsep islam didalam jajanan modern ini tidak begitu diperhatikan. Yang begitu kental dan terlihat adalah sifat atau karakteristik orang-orang yang mengunjunginya. Mereka yang begitu santai menikmati makanan dan minuman tanpa ragu dalam segi harga yang ditawarkan. Dengan demikian dapat terlihat jika mereka bertindak boros dan itu sangat tidak diperbolehkan dalam islam. Karena jika kalau kita memiliki harta berlebih harusnya kita memanfaatkan sedemikian rupa bukan menghambur-hamburkannya. Akan lebih bermanfaat jika bersedekah atau memberikannya kepada yang lebih membutuhkan. Allah akan sangat menyukai hambaNya yang bisa bermanfaat bagi orang lain dan senantiasa memberikan hal positif kepada sesamanya.














