"REVOLUSI
MUSHOLA DAUR ULANG"
(Dhea
Nur Istiqomah, 1C Perbankan Syariah, 175231103)
Nama : Dhea Nur Istiqomah
Kelas : 1 C Perbankan Syariah
Nim : 175231103
PENDAHULUAN
Indonesia yang punya keanekaragaman dari masyarakatnya. Misalnya dari
segi agama yang ada dan kebudayaan didalamnya, pasti banyak keanekaragaman
dalam bentuk dari bangunan tempat ibadahnya seperti saja masjid atau mushola
pada agama yang mendominasi di negara kita Indonesia yaitu agama islam. Banyak
sekali bentuk masjid atau mushol yang unik dan indah. Dan tentunya pasti punya
sejarah dalam pembuatannya yang tak kalah unik juga. Jadi msjid yang kita
ketahui sebagai tempat ibadah umat beragama islam ini juga memiliki fungsi
sebagai tempat memaparkan kebudayaan setempat.
Dalam narasi ini yang berjudul
"Revormasi mushola daur ulang". Alasan dari pemilihan judul ini
adalah karena kita akan membahas tentang kondisi dan sejarah dari pembuatan
mushola al hikmah yang unik dengan bentuknya yang hanya kotak dan tak beratap
genting ini dulunya berasal dari sebuah pemanas kayu atau oven kayu pada sebuah
pabrik kayu. Dalam narasi ini akan dibahas mengenai sejarah dalam pembuatan dan
hal-hal yang berkaitan dengan mushola unik ini. Seperti kondisi
fisik dan juga kebudayaan yang ada.
Tujuan
dari penulisan narasi ini adalah untuk mengenal dan mengamati keunikan dari
kebudayaan mushola atau masjid di masyarakat awam. Kita juga dapat mengenal tentang tradisi dan
kepercayaan pada masyarakat. Dan yang paling penting adalah kita dapat
menemukan bahwa banyak keunikan sejarah dibalik berdirinya sebuah bangunan
masjid yang biasanya kurang begitu menarik perhatan kaum remaja dibanding
dengan museum, dan tempat bersejarah lainnya. Masyarakat awam yang biasanya
melihat masjid sebagai bangunan yang biasa-biasa saja namun ternyata ada kisah
unik dibalik pembuatannya yang menarik untuk kita kulik sejarahnya.
KEADAAN FISIK
Mushola unik ini terletak di Jombor
baru rt 2 rw 7 Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Dengan kondisi
fisik yang cukup unik berbeda dengan bentuk mushola kebanyakan. Karena
bentuknya hanya kotak dan atapnya bukan genting melainkan hanya cor semen seperti
tembok horizontal. Meski dulu mushola ini kecil sekarang sudah mengalami
perubahan yang significan. Terjadi perbaikan atau penambahan ruaangan dan
fasilitas yang memadai didalamnya itu semua pastinya untuk kenyamanan pengguna mushola,
namun itu tidak merubah bentuk awal mushola yaitu kotak karena bekas tempat
pemanas kayu atau oven kayu pada pabrik.
Kondisi fisik mushola ini mungkin jika
dilihat sekilas akan terlihat sama saja dengan kebanyakan mushola lainnya.
Misalnya saja mushola ini memiliki satu ruang untuk beribadah dan didalam nya
terdapat beberapa karpet berwarna hijau, ada juga beberapa mukena dan sarung tersedia
untuk masyarakat yang mau beribadah namun tidak membawanya, kemudian ada juga 2
kipas angin agar orang yang beribadah disana terasa nyaman, dan fasilitas mushola
lainnya. Ada ruang gudang untuk menyimpan barang-barang kepentingan mushola dan
kepentingan masyarakat, misalnya saja sound system dan alat-alat bolo pecah seperti
piring gelas dan lain-lain, itu adalah kepunyaan bersama biasanya digunakan
dalam acara umum dimasyarakat misalnya saja pengajian, pernikahan, dan lain
sebagainya. Tak lupa juga
ada satu ruang kamar mandi sekaligus tempat berwudhu. Namun disini tidak ada
pemisah antara tempat wudhu laki-laki dan perempuan jadi biasanya disini yang
memakai adalah laki-laki sedangkan biasanya untuk perempuan pasti wudu di rumah
tetangga dekat mushola ini atau wudhu di rumah masing-masing.
BERDIRI
Mushola ini berdiri pada sekitar tahun
1995 an, mushola ini dibangun dari tempat bekas oven kayu yang dimiliki sebuah
pabrik kayu kala itu. Awalnya pemilik pabrik itu sudah ingin menghibahkan tanah
tempat itu untuk masyarakat setempat namun malah dijadikannya sebagai salah satu bagian dari pabrik. Masyarakat
merasa kecewa dengan keputusan itu, namun tetap menghargai keputusan yang
diambil dari pemilik pabrik tersebut. Setelah berdiri beberapa tahun ternyata
pabrik itu tidak berhasil dan akhirnya bangkrut. Pemilik pabrik ini akhirnya
bersedia untuk menghibahkan tanah yang awalnya direncanakan dari awal namun
ternyata telah dibangun sebuah ruangan dengan ukuran sedang itu. Ada segelintir
dari masyarakat setempat yang kurang setuju dengan pembangunan masjid dari
tempat bekas pabrik itu. Namun banyak yang merasa senang karena dengan demikian
mereka akan punya tempat sebagai wadah untuk beribadah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
Setelah
semuanya sepakat maka dibangunlah mushola itu dengan tanpa merubah bangunan
awal yaitu kotak seperti oven kayu yang telah dipergunakan sebelumnya. Setelah mushola
ini jadi masyarakat dengan suka cita mulai sholat berjamaah dimushola ini. Namun
ada juga yang tidaksuka dengan berfungsinya mushola ini dikarenakan mereka
percaya bahwa bekas oven itu tidak cocok untuk dijadikan tempat beribadah. Banyak
sekali alasan yang membuat mereka tidak menyukai pembanunan mushola ini mereka
juga percaya bahwa mushola ini anyak penunggunya sehingga mereka tidak mau
untuk beribadah disana. Beberapa masyarakat berpendapat bahwa tempat itu tidak suci dan
karena masalah mistis ini juga sebagai alasannya.
Setelah
beberapa tahun mushola ini mulai diakui dan banyak juga yang beribadah disana. Meskipun
ada juga yang masih mempercayai hal-hal yang dianggap sebagai kepercayaan itu. Namun
para muda-mudi bersama dengan masyarakat mulai mengadakan sebuah
kegiatan-kegiatan yang positif disana. Yang dapat membantu masyarakat agar
mengakui keberadaan mushola Al-Hidayah ini sebagai mushola dengan pengaruh yang
positif dan tidak ada pengaruh negatif dari kepercayaan mistis dari
segelinintir dari masyarakat awam.
KEGIATAN POSITIF
Di
mushola Al-Hidayah ini mulai mengembangkan kegiatan-kegiatan yang berbau
positif seperti TPA untuk anak-anak dan orang yang ingin belajar mengaji,
disini para muda-mudi mulai mengembangkan proses pembelajaran TPA aak-anak
dengan cara yang menarik. Misalnya saja disini anak-anak TPA tidak hanyabelajar
didalam ruangan namun mereka juga
diajarkan untuk keluar mengenal keadaan alam dan diberi materi yan berkaitan
dengan lingkungan alam. Selanjutnya disini juga ada kegiatan pengajian rutin
dihari jumat. Banyak orang ynag tertarik dan datang untuk mengikuti kegiatan
bermanfaat ini.
Nah dengan
kegiatan-kegiatan yang bermanfaat tersebut diharapkan seluruh masyarakat dapat
berpartisipasi da mula tertari dengan mushola ini. Serta tidak mempercayai
hal-hal yang tidak-tidak tentang mushola ini. Masyarakat diharapkan dapat
membantu untuk mengembangkan kesejahteraan dari mushola ini.
JAMAAH MINI
Yah meskipun
sudah banyak kegiatan yang menunjang mushola ini tetap saja jamaahnya sangat
sedikit apalagi pada saat sholat shubuh. Jamaah nya kadang hanya 6 sampai 8
orang, tidak sampai 10 orang. Ini sangat memprihatinkan. Sebab mushola yang
sudah menarik dengan berbagai kegiatan
dan sejarahnya namun dalam urusan jamaah, tidak bisa dikendalikan. Dengan kata
lain mushola ini belum bisa menarik perhatian bagi masyarakat awam untuk
melakukan ibadah sholat berjamaah di mushola. Dan ini adalah permasalahan yang
besar. Entah mereka tidak suka, atau mugkin masih menyimpan kepercayaan tentang
hal-hal yang mistis mengenai mushola ini. Para masyarakat tidak egitu
menanggapi hal ini. Sehingga mereka membiarkan kondisi ini dan berharap agar
mereka yang masih memiliki kepercayaan tersebut agar segera sadar dan apat
mengakui mushola tersebut dan dapat berkontribusi atau berpartisipasi di dalam
kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di mushola AL_Hidayah ini
Namun meskipun
demikian masih banyak yang berusaha untuk mengembangkan potensi dari mushola
ini dengan beberapa kegiatan-kegiatan yang dinilai dapat mengembangkan ilmu
pengetahuah dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Tak menutup kemungkinan
nantinya mereka lama-lama aka mulai sadar dan mulai mengikuti kegiatan di
mushola ini dengan segudang keunikannya.
REFLEKSI
Dengan uraian diatas kita dapat menyimpulkan
bahwasanya mushola atau tempat ibadah yang kita lihat biasa saja ternyata
memiliki sejarah yang unik dibalik pembangunannya. Dalam hal ini membuktikan
bahwa sejarah perkembangan islam dapat berkembang pesat melalui kesadaran
masyarakat. Kebudayaan dan kepercayaan masyarakat tetap mewarnainya. Namun
dibalik itu semua pada intinya kita harus tetap melestarikan kegiatan-kegiatan
positif dalam mushola ini. Agar tercipta mushola yang sehat. Yang dimaksud
disini adalah mushola yang memiliki kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat
dan sebagai tempat beribadah yang nyaman.
Dari jaman
dahulu hingga sekarang pada intinya islam membebaskan kita untuk membangun
tempat ibadah apapun bentuknya yang penting adalah tujuan dari pembangunan
tersebut. Untuk tempat ibadah bagi masyarakat yang beragama islam juga unuk
pengembangan inovasi dan kreasi dibidang ilmu pengetahuan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar