Sabtu, 17 Februari 2018

Essay Al-Araf ayat 179 "buku tafsir Al-Maraghi"


Nama        : Dhea Nur Istiqomah
Kelas         : 2C Perbankan Syariah
Nim            : 175231103

IDENTITAS BUKU
Judul buku               : Terjemah Tafsir Al-Maraghi 9
Nama pengarang    : Ahmad Musthafa Al-Maraghi
Tahun terbit             : 1992
Penerbit                    : Cv.Toha Putra
Kota terbit                : Semarang




Membahas tafsir Al-Maraghi surat Al-Araf ayat 179





          Menurut Al-Maraghi setelah al-quran menceritakan kisah-kisah tentang orang-orang yang lalai dan mengabaikan ayat-ayat Allah, yaitu kepada orang-orang yang sesat. Supaya orang-orang sesat itu memikirkannya dan mulai meninggalkan pada kesesatan yang mereka jalani, lalu kembali pada jalan yang Allah ridhai dan mulai memperbaiki kesalahannya. Setelah itu Allah juga menjelaskan keterangan selanjutnya bahwa sarana petunjuk dan sebuah kesesatan akan membawa  manusia itu kepada apa yang telah ia perbuat. Jika manusia kembali pada kebenaran maka Allah akan senantiasa memaafkan dan memberikan anugerah. Namun jika manusia itu sendiri malah justru memilih untuk tetap pada jalan kesesatan maka Allah akan timpakan hukuman atas orang tersebut, entah itu masih di dunia ataupun kelak di akhirat. Karena Allah telah memberi manusia itu anugerah seperti akal dan panca indra untuk memilahkan mana diantara dua jalan yang sebaiknya dipilih untuk kebaikan manusia itu sendiri.
           Menurut saya hasil dari penafsiran Al-maraghi ini terbilang jukup jelas dan mudah untuk diterima bagi masyarakat awam. Dan melalui penjelasan beliau kita juga dapat lebih paham maksut dari ayat Al-quran dari surat Al-Araf ayat 179 ini. Tentang orang-orang yang lalai dan sesat, tentang orang-orang yang tidak mempergunakan anugerah yang telah diberikan kepada Allah SWT kepada kita para manusia. Kita diberi akal dan panca indra namun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.
           Contoh dari ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita yaitu ketika ada seorang anak atau remaja yang melakukan pelecehan seksual dengan temannya atau saja orang yang mengakses beberapa halaman porno di situs web. Mereka diberi akal juga pikiran bahkan mereka juga diberikan panca indra seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan lain sebagainya, namun mereka tidak mempergunakan apa yang telah diberikan Allah SWT kepada mereka dengan semestinya. Justru mereka malah merusaknya melalu tindakan-tindakan yang tidak berguna dan justru malah menjadi hal yang lalai atau merugikan diri sendiri. Kita sebagai manusia yang diberi anugerah dari Allah Swt, harusnya dapat mempergunakannya dengan baik. Allah tau apa yang kita perbuat dimanaun kita berada. Maka dari itu seharusnya kita bisa lebih menjaga tentang apa yang kita lakukan.


BIOGRAFI SANG PENULIS
Ahmad Musthafa Al-Maraghi atau lebih sering kita kenal dengan nama Al-Maraghi ini lahir disebuah kota di Maraghah, yaitu salah satu kota di mesir pada tahun 1300 H atau 1883 M. Al-Maraghi besar di Kota Maraghah,beliau juga dilahirkan disana. Nama Kota tempat ia dibesarkan inilah yang dijadikan nama belakang beliau, nama ini juga yang membuat orang mudah mengenalnya. Jadi nama Al-maraghi bukanlah nama dari keluarganya melainkan nama yang diambil dari kota kelahirannya yaitu Maraghah.
         Muhammad Musthafa dalam karirnya, beliau menciptakan beberapa karya tafsir, namun beliau tetap mengutamakan dalam menafsirkan Alquran. Tapi beliau tidak menafsirkan seluruh bagia Al-Quran, hanya beberapa saja yang ia tafsirkan dan menerbitkannya menjadi sebuah buku. Masa kecilnya dilaluinya dalam didikan lingkungan keluarga yang mendalami agama islam,jadi beliau mempunyai dasar agama yang baik dari keluarganya. Pendidikan yang ia tempuh juga pada sebuah sekolah islam. Ketika beliau masih diusia belia sudah bisa menghafal ayat Al-quran. Tidak hanya itu, ia juga mempelajari dasar-dasar pemahaman agama islam lainnya. Al-Maraghi dengan sukses berhasil menamatkan studi kuliahnya tak hanya satu namun dua sekaligus di tahun 1909 M, yaitu di universitas terbaik di mesir seperti universitas di kairo dan darul ulum yang sangat populer. Dalam pendidikan di dalambperkuliahan itu, Al-Maraghi memperoleh pelajaran atau pemahaman dari beberapa tokoh besar. Tokoh-tokoh itulah yang membuat Al-Maraghi tumbuh dan dikenal menjadi intelektual yang dapat memahami dan menguasai seluk beluk pengetahuan tentang agama. Kesuksesan Al-Maraghi sekarang tak dapat dipisahkan dari proses perjuangannya ketika muda. Ketika beliau mencari ilmu dari berbagai sumber, baik buku, pendidikan sekolah, ataupun dari tokoh-tokoh besar di universitas tempat beliau belajar.
REFLEKSI
      Jadi kesimpulan yang bisa kita ambil dalam uraian diatas adalah bahwa kita sebagai manusia haruslah bisa memilih mana hal yang terbaik untuk dirinya. Dan kita diharuskan untuk  bisa menggunakan apa yang telah dianugerahkan Allah swt, pada kita dengan sebaik mungkin, di jalan Allah swt.  Dan melalui tafsir dari Al-Maraghi ini dapat membantu kita dalam memperdalam pemahaman tentang Al-quran.





Minggu, 04 Februari 2018

Resum Buku "dasar-dasar studi islam"



RESUM BUKU “DASAR-DASAR STUDI ISLAM”
Penulis buku : Dr.H.Akmal Hawi, M.Ag.
Penerbit buku   : Rajawali pers
Tahun terbit    : 2014
Kota terbit : Jakarta


Mata kuliah   : Metodelogi Studi Islam


Nama  : Dhea Nur Istiqomah
Kelas  : 2 C Perbankan Syariah
Nim     : 175231103

A.                Pengertian Islam
Islam itu adalah sebuah agama yang sangat mudah dipahami dan tidak rumit, islam sangat cinta dengan kedamaian dan juga menyukai toleransi. Sedangkan muslim itu sendiri yaitu seseorang yang beragama islam dan mempunyai kriteria dalam islam, melaksanakan apa yang diwajibkan juga menjauhi apapun yang dilarang. Seorang muslim yang punya sifat atau kriteria islam seperti cinta damai, dia adalah seorang muslim yang punya sifat rendah diri dan selalu tunduk kepada kemauan Allah SWT. Islam itu merupakan agama yang cinta perdamaian dan tidak menyukai halnya kekerasan. Islam juga tidak memaksa, seorang muslim yang beriman itu meyakini kitab-kitab yang terdahulu dan semua kitab yang diturunkan kepada semua bangsa. Dengan islam kita dapat menyelesaikan beberapa permasalahan di dunia, seperti halnya masalah ekonomi yang melanda dan semua bidang, dengan Al-Quran kita dapat menyelesaikannya.
B.                 Bukti Adanya Allah
- Hukum Evolusi penciptaan    : dalam Quran surat Al-A’laa ayat 1-3 , yang menjelaskan tentang tuhan yang menciptakan dan menyempurnakan dan yang menentukan kadarnya masing-masing dan memberi petunjuk.
- Seluruh ciptaan berada dalam pengaturannya        : didalam Qur’an surat Ar-Rahman ayat 5-6, tentang matahari dan bulan mengikuti perhitungan dan semak belukar serta pepohonan tunduk menurut. Juga telah diterangkan dalam surat-surat yang lain seperti, QS Yasin ayat 38-40, QS Fushilat ayat 11, dan QS Al-Jaatsiyah ayat12-13.
C.   Teori Ketuhanan
         Selain teori tentang ketauhidan yang mempercayai hanya ada satu tuhan dalam sebuah kepercayaan, tentu saja masih banyak kepercayaan tentang berapa jumlah dari tuhan itu sendiri, diantarana:
1.    Deisme
         Meyakini dan mengimani adanya dua tuhan didalam keyakinan mereka. Dan mereka beribadah kepada dua tuhan ini, sebagaimana orang beragama.
2.    Trinitas
         Meyakini dan mengimani adanya tiga tuhan dalam kepercayaannya, mereka menganggap bahwa ada tuhan, anak tuhan dan ibu.
D.   Sumber Islam
    Sumber islam itu adalah AL-Quran dan Hadis, kita sebagai umat islam pasti akan berpedoman pada keduanya. Dengan demikian kita dapat menyelesaikan suatu masalah didunia ini dengan petunjuk Allah SWT.
1.      Al-Qur’an
Al-Quran itu berbahasa arab, itu dikarenakan Allah menugaskan untuk menyampaikan ajaran tersebut untuk masyarakat yang pintar dan fasih berbahasa Arab, sehingga bahasa arablah  yang dipahami. Seperti dalam Al-qur’an QS Fushilat ayat 44.
2.      Hadis
Sedangkan hadis itu sendiri adalah buku berisi sunah-sunah atau perilaku kehidupan nabi dan para sahabatnya. Ini jga dapat dijadikan pedoman kita dalam memahami Al-Qur’an.


Kesimpulan
Islam itu agama yang diwahyukan Tuhan kepada manusia lewat Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa kabar gembira. Islam pada hakekatnya membawa ajaran-ajaran yang mengambil aspek adalah Al-Qur’an dan hadits. Dengan mencakup semua permasalahan manusia dibumi.




.








Kamis, 23 November 2017

Revolusi Mushola Daur Ulang



"REVOLUSI MUSHOLA DAUR ULANG"
(Dhea Nur Istiqomah, 1C Perbankan Syariah, 175231103)



Nama          : Dhea Nur Istiqomah
Kelas : 1 C Perbankan Syariah
Nim   : 175231103


PENDAHULUAN
          Indonesia yang punya keanekaragaman dari masyarakatnya. Misalnya dari segi agama yang ada dan kebudayaan didalamnya, pasti banyak keanekaragaman dalam bentuk dari bangunan tempat ibadahnya seperti saja masjid atau mushola pada agama yang mendominasi di negara kita Indonesia yaitu agama islam. Banyak sekali bentuk masjid atau mushol yang unik dan indah. Dan tentunya pasti punya sejarah dalam pembuatannya yang tak kalah unik juga. Jadi msjid yang kita ketahui sebagai tempat ibadah umat beragama islam ini juga memiliki fungsi sebagai tempat memaparkan kebudayaan setempat.

         Dalam narasi ini yang berjudul "Revormasi mushola daur ulang". Alasan dari pemilihan judul ini adalah karena kita akan membahas tentang kondisi dan sejarah dari pembuatan mushola al hikmah yang unik dengan bentuknya yang hanya kotak dan tak beratap genting ini dulunya berasal dari sebuah pemanas kayu atau oven kayu pada sebuah pabrik kayu. Dalam narasi ini akan dibahas mengenai sejarah dalam pembuatan dan hal-hal yang berkaitan dengan mushola unik ini. Seperti kondisi fisik dan juga kebudayaan yang ada.

        Tujuan dari penulisan narasi ini adalah untuk mengenal dan mengamati keunikan dari kebudayaan mushola atau masjid di masyarakat awam. Kita juga dapat mengenal tentang tradisi dan kepercayaan pada masyarakat. Dan yang paling penting adalah kita dapat menemukan bahwa banyak keunikan sejarah dibalik berdirinya sebuah bangunan masjid yang biasanya kurang begitu menarik perhatan kaum remaja dibanding dengan museum, dan tempat bersejarah lainnya. Masyarakat awam yang biasanya melihat masjid sebagai bangunan yang biasa-biasa saja namun ternyata ada kisah unik dibalik pembuatannya yang menarik untuk kita kulik sejarahnya.


KEADAAN FISIK
        Mushola unik ini terletak di Jombor baru rt 2 rw 7 Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Dengan kondisi fisik yang cukup unik berbeda dengan bentuk mushola kebanyakan. Karena bentuknya hanya kotak dan atapnya bukan genting melainkan hanya cor semen seperti tembok horizontal. Meski dulu mushola ini kecil sekarang sudah mengalami perubahan yang significan. Terjadi perbaikan atau penambahan ruaangan dan fasilitas yang memadai didalamnya itu semua pastinya untuk kenyamanan pengguna mushola, namun itu tidak merubah bentuk awal mushola yaitu kotak karena bekas tempat pemanas kayu atau oven kayu pada pabrik.

       Kondisi fisik mushola ini mungkin jika dilihat sekilas akan terlihat sama saja dengan kebanyakan mushola lainnya. Misalnya saja mushola ini memiliki satu ruang untuk beribadah dan didalam nya terdapat beberapa karpet berwarna hijau, ada juga beberapa mukena dan sarung tersedia untuk masyarakat yang mau beribadah namun tidak membawanya, kemudian ada juga 2 kipas angin agar orang yang beribadah disana terasa nyaman, dan fasilitas mushola lainnya. Ada ruang gudang untuk menyimpan barang-barang kepentingan mushola dan kepentingan masyarakat, misalnya saja sound system dan alat-alat bolo pecah seperti piring gelas dan lain-lain, itu adalah kepunyaan bersama biasanya digunakan dalam acara umum dimasyarakat misalnya saja pengajian, pernikahan, dan lain sebagainya. Tak lupa juga ada satu ruang kamar mandi sekaligus tempat berwudhu. Namun disini tidak ada pemisah antara tempat wudhu laki-laki dan perempuan jadi biasanya disini yang memakai adalah laki-laki sedangkan biasanya untuk perempuan pasti wudu di rumah tetangga dekat mushola ini atau wudhu di rumah masing-masing.


BERDIRI
          Mushola ini berdiri pada sekitar tahun 1995 an, mushola ini dibangun dari tempat bekas oven kayu yang dimiliki sebuah pabrik kayu kala itu. Awalnya pemilik pabrik itu sudah ingin menghibahkan tanah tempat itu untuk masyarakat setempat namun malah dijadikannya sebagai  salah satu bagian dari pabrik. Masyarakat merasa kecewa dengan keputusan itu, namun tetap menghargai keputusan yang diambil dari pemilik pabrik tersebut. Setelah berdiri beberapa tahun ternyata pabrik itu tidak berhasil dan akhirnya bangkrut. Pemilik pabrik ini akhirnya bersedia untuk menghibahkan tanah yang awalnya direncanakan dari awal namun ternyata telah dibangun sebuah ruangan dengan ukuran sedang itu. Ada segelintir dari masyarakat setempat yang kurang setuju dengan pembangunan masjid dari tempat bekas pabrik itu. Namun banyak yang merasa senang karena dengan demikian mereka akan punya tempat sebagai wadah untuk beribadah dan  melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
          Setelah semuanya sepakat maka dibangunlah mushola itu dengan tanpa merubah bangunan awal yaitu kotak seperti oven kayu yang telah dipergunakan sebelumnya. Setelah mushola ini jadi masyarakat dengan suka cita mulai sholat berjamaah dimushola ini. Namun ada juga yang tidaksuka dengan berfungsinya mushola ini dikarenakan mereka percaya bahwa bekas oven itu tidak cocok untuk dijadikan tempat beribadah. Banyak sekali alasan yang membuat mereka tidak menyukai pembanunan mushola ini mereka juga percaya bahwa mushola ini anyak penunggunya sehingga mereka tidak mau untuk beribadah disana. Beberapa masyarakat  berpendapat bahwa tempat itu tidak suci dan karena masalah mistis ini juga sebagai alasannya.

          Setelah beberapa tahun mushola ini mulai diakui dan banyak juga yang beribadah disana. Meskipun ada juga yang masih mempercayai hal-hal yang dianggap sebagai kepercayaan itu. Namun para muda-mudi bersama dengan masyarakat mulai mengadakan sebuah kegiatan-kegiatan yang positif disana. Yang dapat membantu masyarakat agar mengakui keberadaan mushola Al-Hidayah ini sebagai mushola dengan pengaruh yang positif dan tidak ada pengaruh negatif dari kepercayaan mistis dari segelinintir dari masyarakat awam.






KEGIATAN POSITIF
          Di mushola Al-Hidayah ini mulai mengembangkan kegiatan-kegiatan yang berbau positif seperti TPA untuk anak-anak dan orang yang ingin belajar mengaji, disini para muda-mudi mulai mengembangkan proses pembelajaran TPA aak-anak dengan cara yang menarik. Misalnya saja disini anak-anak TPA tidak hanyabelajar didalam ruangan namun mereka  juga diajarkan untuk keluar mengenal keadaan alam dan diberi materi yan berkaitan dengan lingkungan alam. Selanjutnya disini juga ada kegiatan pengajian rutin dihari jumat. Banyak orang ynag tertarik dan datang untuk mengikuti kegiatan bermanfaat ini.

          Nah dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat tersebut diharapkan seluruh masyarakat dapat berpartisipasi da mula tertari dengan mushola ini. Serta tidak mempercayai hal-hal yang tidak-tidak tentang mushola ini. Masyarakat diharapkan dapat membantu untuk mengembangkan kesejahteraan dari mushola ini.


JAMAAH MINI

          Yah meskipun sudah banyak kegiatan yang menunjang mushola ini tetap saja jamaahnya sangat sedikit apalagi pada saat sholat shubuh. Jamaah nya kadang hanya 6 sampai 8 orang, tidak sampai 10 orang. Ini sangat memprihatinkan. Sebab mushola yang sudah menarik dengan  berbagai kegiatan dan sejarahnya namun dalam urusan jamaah, tidak bisa dikendalikan. Dengan kata lain mushola ini belum bisa menarik perhatian bagi masyarakat awam untuk melakukan ibadah sholat berjamaah di mushola. Dan ini adalah permasalahan yang besar. Entah mereka tidak suka, atau mugkin masih menyimpan kepercayaan tentang hal-hal yang mistis mengenai mushola ini. Para masyarakat tidak egitu menanggapi hal ini. Sehingga mereka membiarkan kondisi ini dan berharap agar mereka yang masih memiliki kepercayaan tersebut agar segera sadar dan apat mengakui mushola tersebut dan dapat berkontribusi atau berpartisipasi di dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di mushola AL_Hidayah ini

          Namun meskipun demikian masih banyak yang berusaha untuk mengembangkan potensi dari mushola ini dengan beberapa kegiatan-kegiatan yang dinilai dapat mengembangkan ilmu pengetahuah dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Tak menutup kemungkinan nantinya mereka lama-lama aka mulai sadar dan mulai mengikuti kegiatan di mushola ini dengan segudang keunikannya.


REFLEKSI
           Dengan uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwasanya mushola atau tempat ibadah yang kita lihat biasa saja ternyata memiliki sejarah yang unik dibalik pembangunannya. Dalam hal ini membuktikan bahwa sejarah perkembangan islam dapat berkembang pesat melalui kesadaran masyarakat. Kebudayaan dan kepercayaan masyarakat tetap mewarnainya. Namun dibalik itu semua pada intinya kita harus tetap melestarikan kegiatan-kegiatan positif dalam mushola ini. Agar tercipta mushola yang sehat. Yang dimaksud disini adalah mushola yang memiliki kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan sebagai tempat beribadah yang nyaman.
          Dari jaman dahulu hingga sekarang pada intinya islam membebaskan kita untuk membangun tempat ibadah apapun bentuknya yang penting adalah tujuan dari pembangunan tersebut. Untuk tempat ibadah bagi masyarakat yang beragama islam juga unuk pengembangan inovasi dan kreasi dibidang ilmu pengetahuan.