Kamis, 23 November 2017

Revolusi Mushola Daur Ulang



"REVOLUSI MUSHOLA DAUR ULANG"
(Dhea Nur Istiqomah, 1C Perbankan Syariah, 175231103)



Nama          : Dhea Nur Istiqomah
Kelas : 1 C Perbankan Syariah
Nim   : 175231103


PENDAHULUAN
          Indonesia yang punya keanekaragaman dari masyarakatnya. Misalnya dari segi agama yang ada dan kebudayaan didalamnya, pasti banyak keanekaragaman dalam bentuk dari bangunan tempat ibadahnya seperti saja masjid atau mushola pada agama yang mendominasi di negara kita Indonesia yaitu agama islam. Banyak sekali bentuk masjid atau mushol yang unik dan indah. Dan tentunya pasti punya sejarah dalam pembuatannya yang tak kalah unik juga. Jadi msjid yang kita ketahui sebagai tempat ibadah umat beragama islam ini juga memiliki fungsi sebagai tempat memaparkan kebudayaan setempat.

         Dalam narasi ini yang berjudul "Revormasi mushola daur ulang". Alasan dari pemilihan judul ini adalah karena kita akan membahas tentang kondisi dan sejarah dari pembuatan mushola al hikmah yang unik dengan bentuknya yang hanya kotak dan tak beratap genting ini dulunya berasal dari sebuah pemanas kayu atau oven kayu pada sebuah pabrik kayu. Dalam narasi ini akan dibahas mengenai sejarah dalam pembuatan dan hal-hal yang berkaitan dengan mushola unik ini. Seperti kondisi fisik dan juga kebudayaan yang ada.

        Tujuan dari penulisan narasi ini adalah untuk mengenal dan mengamati keunikan dari kebudayaan mushola atau masjid di masyarakat awam. Kita juga dapat mengenal tentang tradisi dan kepercayaan pada masyarakat. Dan yang paling penting adalah kita dapat menemukan bahwa banyak keunikan sejarah dibalik berdirinya sebuah bangunan masjid yang biasanya kurang begitu menarik perhatan kaum remaja dibanding dengan museum, dan tempat bersejarah lainnya. Masyarakat awam yang biasanya melihat masjid sebagai bangunan yang biasa-biasa saja namun ternyata ada kisah unik dibalik pembuatannya yang menarik untuk kita kulik sejarahnya.


KEADAAN FISIK
        Mushola unik ini terletak di Jombor baru rt 2 rw 7 Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Dengan kondisi fisik yang cukup unik berbeda dengan bentuk mushola kebanyakan. Karena bentuknya hanya kotak dan atapnya bukan genting melainkan hanya cor semen seperti tembok horizontal. Meski dulu mushola ini kecil sekarang sudah mengalami perubahan yang significan. Terjadi perbaikan atau penambahan ruaangan dan fasilitas yang memadai didalamnya itu semua pastinya untuk kenyamanan pengguna mushola, namun itu tidak merubah bentuk awal mushola yaitu kotak karena bekas tempat pemanas kayu atau oven kayu pada pabrik.

       Kondisi fisik mushola ini mungkin jika dilihat sekilas akan terlihat sama saja dengan kebanyakan mushola lainnya. Misalnya saja mushola ini memiliki satu ruang untuk beribadah dan didalam nya terdapat beberapa karpet berwarna hijau, ada juga beberapa mukena dan sarung tersedia untuk masyarakat yang mau beribadah namun tidak membawanya, kemudian ada juga 2 kipas angin agar orang yang beribadah disana terasa nyaman, dan fasilitas mushola lainnya. Ada ruang gudang untuk menyimpan barang-barang kepentingan mushola dan kepentingan masyarakat, misalnya saja sound system dan alat-alat bolo pecah seperti piring gelas dan lain-lain, itu adalah kepunyaan bersama biasanya digunakan dalam acara umum dimasyarakat misalnya saja pengajian, pernikahan, dan lain sebagainya. Tak lupa juga ada satu ruang kamar mandi sekaligus tempat berwudhu. Namun disini tidak ada pemisah antara tempat wudhu laki-laki dan perempuan jadi biasanya disini yang memakai adalah laki-laki sedangkan biasanya untuk perempuan pasti wudu di rumah tetangga dekat mushola ini atau wudhu di rumah masing-masing.


BERDIRI
          Mushola ini berdiri pada sekitar tahun 1995 an, mushola ini dibangun dari tempat bekas oven kayu yang dimiliki sebuah pabrik kayu kala itu. Awalnya pemilik pabrik itu sudah ingin menghibahkan tanah tempat itu untuk masyarakat setempat namun malah dijadikannya sebagai  salah satu bagian dari pabrik. Masyarakat merasa kecewa dengan keputusan itu, namun tetap menghargai keputusan yang diambil dari pemilik pabrik tersebut. Setelah berdiri beberapa tahun ternyata pabrik itu tidak berhasil dan akhirnya bangkrut. Pemilik pabrik ini akhirnya bersedia untuk menghibahkan tanah yang awalnya direncanakan dari awal namun ternyata telah dibangun sebuah ruangan dengan ukuran sedang itu. Ada segelintir dari masyarakat setempat yang kurang setuju dengan pembangunan masjid dari tempat bekas pabrik itu. Namun banyak yang merasa senang karena dengan demikian mereka akan punya tempat sebagai wadah untuk beribadah dan  melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
          Setelah semuanya sepakat maka dibangunlah mushola itu dengan tanpa merubah bangunan awal yaitu kotak seperti oven kayu yang telah dipergunakan sebelumnya. Setelah mushola ini jadi masyarakat dengan suka cita mulai sholat berjamaah dimushola ini. Namun ada juga yang tidaksuka dengan berfungsinya mushola ini dikarenakan mereka percaya bahwa bekas oven itu tidak cocok untuk dijadikan tempat beribadah. Banyak sekali alasan yang membuat mereka tidak menyukai pembanunan mushola ini mereka juga percaya bahwa mushola ini anyak penunggunya sehingga mereka tidak mau untuk beribadah disana. Beberapa masyarakat  berpendapat bahwa tempat itu tidak suci dan karena masalah mistis ini juga sebagai alasannya.

          Setelah beberapa tahun mushola ini mulai diakui dan banyak juga yang beribadah disana. Meskipun ada juga yang masih mempercayai hal-hal yang dianggap sebagai kepercayaan itu. Namun para muda-mudi bersama dengan masyarakat mulai mengadakan sebuah kegiatan-kegiatan yang positif disana. Yang dapat membantu masyarakat agar mengakui keberadaan mushola Al-Hidayah ini sebagai mushola dengan pengaruh yang positif dan tidak ada pengaruh negatif dari kepercayaan mistis dari segelinintir dari masyarakat awam.






KEGIATAN POSITIF
          Di mushola Al-Hidayah ini mulai mengembangkan kegiatan-kegiatan yang berbau positif seperti TPA untuk anak-anak dan orang yang ingin belajar mengaji, disini para muda-mudi mulai mengembangkan proses pembelajaran TPA aak-anak dengan cara yang menarik. Misalnya saja disini anak-anak TPA tidak hanyabelajar didalam ruangan namun mereka  juga diajarkan untuk keluar mengenal keadaan alam dan diberi materi yan berkaitan dengan lingkungan alam. Selanjutnya disini juga ada kegiatan pengajian rutin dihari jumat. Banyak orang ynag tertarik dan datang untuk mengikuti kegiatan bermanfaat ini.

          Nah dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat tersebut diharapkan seluruh masyarakat dapat berpartisipasi da mula tertari dengan mushola ini. Serta tidak mempercayai hal-hal yang tidak-tidak tentang mushola ini. Masyarakat diharapkan dapat membantu untuk mengembangkan kesejahteraan dari mushola ini.


JAMAAH MINI

          Yah meskipun sudah banyak kegiatan yang menunjang mushola ini tetap saja jamaahnya sangat sedikit apalagi pada saat sholat shubuh. Jamaah nya kadang hanya 6 sampai 8 orang, tidak sampai 10 orang. Ini sangat memprihatinkan. Sebab mushola yang sudah menarik dengan  berbagai kegiatan dan sejarahnya namun dalam urusan jamaah, tidak bisa dikendalikan. Dengan kata lain mushola ini belum bisa menarik perhatian bagi masyarakat awam untuk melakukan ibadah sholat berjamaah di mushola. Dan ini adalah permasalahan yang besar. Entah mereka tidak suka, atau mugkin masih menyimpan kepercayaan tentang hal-hal yang mistis mengenai mushola ini. Para masyarakat tidak egitu menanggapi hal ini. Sehingga mereka membiarkan kondisi ini dan berharap agar mereka yang masih memiliki kepercayaan tersebut agar segera sadar dan apat mengakui mushola tersebut dan dapat berkontribusi atau berpartisipasi di dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di mushola AL_Hidayah ini

          Namun meskipun demikian masih banyak yang berusaha untuk mengembangkan potensi dari mushola ini dengan beberapa kegiatan-kegiatan yang dinilai dapat mengembangkan ilmu pengetahuah dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Tak menutup kemungkinan nantinya mereka lama-lama aka mulai sadar dan mulai mengikuti kegiatan di mushola ini dengan segudang keunikannya.


REFLEKSI
           Dengan uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwasanya mushola atau tempat ibadah yang kita lihat biasa saja ternyata memiliki sejarah yang unik dibalik pembangunannya. Dalam hal ini membuktikan bahwa sejarah perkembangan islam dapat berkembang pesat melalui kesadaran masyarakat. Kebudayaan dan kepercayaan masyarakat tetap mewarnainya. Namun dibalik itu semua pada intinya kita harus tetap melestarikan kegiatan-kegiatan positif dalam mushola ini. Agar tercipta mushola yang sehat. Yang dimaksud disini adalah mushola yang memiliki kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan sebagai tempat beribadah yang nyaman.
          Dari jaman dahulu hingga sekarang pada intinya islam membebaskan kita untuk membangun tempat ibadah apapun bentuknya yang penting adalah tujuan dari pembangunan tersebut. Untuk tempat ibadah bagi masyarakat yang beragama islam juga unuk pengembangan inovasi dan kreasi dibidang ilmu pengetahuan.